Kairo — Mahasiswi asal Indonesia, Yelly Putriyani, mencuri perhatian publik internasional dalam prosesi
wisuda akbar Universitas Al-Azhar,
Kairo, Mesir. Perempuan asal Balaigurah, Ampek Angkek, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, itu mendadak menjadi buah bibir setelah dipercaya menjadi perwakilan
mahasiswi asing untuk menyampaikan pidato pada momen sakral tersebut.
Terpilihnya Yelly bukan tanpa alasan. Alumni Pondok Pesantren Sumatera Thawalib Parabek angkatan 2021 ini dikenal sebagai
mahasiswi berprestasi. Salah satu pencapaiannya yang paling menonjol adalah meraih juara pertama lomba tahfiz Al-Qur'an tingkat internasional di Mesir, mengalahkan sekitar 70 peserta dari berbagai negara, di antaranya Thailand, Mesir, Nigeria, dan negara lainnya.
Dalam pidatonya, Yelly menyampaikan rangkuman perjalanan dan perjuangan studinya dengan bahasa Arab yang fasih, lugas, dan penuh makna. Suasana
wisuda pun berubah haru ketika ia mengungkapkan rasa syukur atas kelulusannya serta menyampaikan terima kasih mendalam kepada para guru dan pembimbing yang telah menuntunnya selama menempuh pendidikan di salah satu kampus Islam tertua di dunia tersebut.
Sejumlah
wisudawan dan hadirin tampak menitikkan air mata, tersentuh oleh pesan sederhana namun kuat tentang perjuangan, pengorbanan, ketekunan, dan adab kepada guru. Pidato Yelly dinilai mencerminkan nilai-nilai keilmuan dan akhlak yang menjadi ruh pendidikan Al-Azhar.
Momen bersejarah itu bahkan diliput dan ditayangkan oleh media Aljazeera Mesir, menandai pengakuan internasional atas kapasitas akademik dan spiritual
mahasiswi asal Indonesia tersebut.
Kelulusan Yelly Putriyani tidak hanya menjadi pencapaian pribadi, tetapi juga kebanggaan bagi keluarga, daerah asal, dan bangsa Indonesia, sekaligus menjadi inspirasi bagi generasi muda Tanah Air yang bercita-cita menuntut ilmu hingga ke pusat peradaban Islam dunia.