Minggu, 08 Februari 2026

Syahrir Nasution: Ini Bukan Dendam, Rakyat Sudah Lama Dijajah dan Dibohongi

Administrator
Minggu, 08 Februari 2026 12:57 WIB
Syahrir Nasution: Ini Bukan Dendam, Rakyat Sudah Lama Dijajah dan Dibohongi
Istimewa

Medan– Pemerhati sosial dan ekonomi, H. Syahrir Nasution, menegaskan bahwa kemarahan rakyat yang semakin meluas di berbagai daerah bukanlah bentuk dendam pribadi, melainkan akumulasi penderitaan akibat ketidakadilan yang berlangsung lama.
Menurutnya, rakyat saat ini sedang menghadapi bentuk penjajahan gaya baru, di mana kekayaan negeri justru dikuras habis tanpa memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
"Jangan dibelokkan seolah-olah ini persoalan dendam. Ini bukan dendam. Ini jeritan rakyat yang sudah terlalu lama dijajah di tanahnya sendiri," tegas Syahrir, Minggu (8/2/2026).
SDA Dikuras, Rakyat Tetap Miskin
Syahrir menyoroti kenyataan pahit bahwa Indonesia adalah negara kaya sumber daya alam, namun ironi terjadi karena rakyat tetap hidup dalam tekanan ekonomi.
"Negeri ini kaya, tambang ada, sawit melimpah, laut luas, hasil bumi luar biasa. Tapi kenapa rakyatnya tetap miskin? Karena kekayaan itu tidak kembali kepada rakyat, melainkan menjadi bancakan segelintir elit," ujarnya.
Ia menyebut pengurasan sumber daya alam yang tidak berpihak kepada masyarakat sebagai bentuk perampokan sistematis yang dilegalkan oleh kekuasaan.
Rakyat Dibohongi Janji dan Retorika
Lebih lanjut, Syahrir menilai rakyat terlalu sering dijadikan objek politik setiap musim pemilu.
"Setiap lima tahun rakyat disuguhi janji manis: kesejahteraan, perubahan, keadilan. Tapi setelah kursi kekuasaan aman, rakyat kembali dilupakan," katanya.
Ia menilai demokrasi hanya menjadi panggung seremonial jika tidak dibarengi keberpihakan nyata kepada masyarakat kecil.
Korupsi dan Oligarki Jadi Penjajah Baru
Syahrir juga menegaskan bahwa penjajahan masa kini tidak lagi datang dari luar, melainkan tumbuh dari dalam melalui sistem korupsi dan oligarki.
"Penjajahan sekarang bukan pakai senjata, tapi pakai kebijakan yang memiskinkan, hukum yang tajam ke bawah dan tumpul ke atas, serta korupsi yang sudah terstruktur," ungkapnya.
Rakyat Bangkit Menuntut Keadilan
Syahrir menutup pernyataannya dengan menyerukan agar kekayaan negeri dikembalikan untuk kepentingan rakyat, bukan hanya segelintir kelompok.
"Rakyat tidak sedang dendam. Rakyat sedang bangkit. Cukup sudah kekayaan negeri ini dijarah. Saatnya negara berpihak kepada rakyat," pungkasnya.red

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Administrator
Sumber
:
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Wakil Ketua HIKMA Desak Pemkab Madina dan PLN Segera Salurkan Listrik ke Desa Banjar Melayu

Wakil Ketua HIKMA Desak Pemkab Madina dan PLN Segera Salurkan Listrik ke Desa Banjar Melayu

Masyarakat Angkat Jempol Gebrakan Kejagung Pulihkan Kerugian Negara

Masyarakat Angkat Jempol Gebrakan Kejagung Pulihkan Kerugian Negara

Pernyataan Keras Tokoh Masyarakat Mandailing Natal: “Tanpa Guru, Tak Akan Ada Menteri”

Pernyataan Keras Tokoh Masyarakat Mandailing Natal: “Tanpa Guru, Tak Akan Ada Menteri”

Air PDAM Tirtadeli Mati, Warga Resah Aktivitas Terganggu

Air PDAM Tirtadeli Mati, Warga Resah Aktivitas Terganggu

Bakopam Sumut Ingatkan Potensi Kerawanan Kamtibmas Pasca Konflik Iran-Israel, Masyarakat Jangan Mudah Terprovokasi

Bakopam Sumut Ingatkan Potensi Kerawanan Kamtibmas Pasca Konflik Iran-Israel, Masyarakat Jangan Mudah Terprovokasi

Masyarakat Sumut Sumbang Ambal Turki Rp 3,2 Miliar untuk Masjid Agung Medan

Masyarakat Sumut Sumbang Ambal Turki Rp 3,2 Miliar untuk Masjid Agung Medan

Komentar
Berita Terbaru