Batang Kuranji
Administrator
Senin, 08 Desember 2025 00:37 WIB
ist
Baca Juga:Tadi malam saya bersama Agus Salman di Jakarta. Ia orang dari kampung sebelah Batu Busuk: Koto Tuo. Istrinya masih tinggal di sana. Waktu hujan turun sudah lebih tiga hari sang istri meneleponnya: "ini hujan tidak berhenti-henti". Ketika banjir bandang melanda Batu Busuk, sang istri terus memberi tahu soal bencana di kampung itu.Sungai Batang Kuranji pun kini berubah di hilirnya. Di Batu Busuk. Di kota Padang. Akibat banjir bandang, sungai itu lebarnya menjadi bertambah-tambah. Kini menjadi sekitar 100 meter –dari awalnya sekitar 20 meter. Sudah sulit membedakan mana sungai mana daratan.Memang sebelum banjir bandang pun dasar sungai itu sudah nyaris sejajar dengan tanah kampung kanan-kirinya. "Waktu saya kecil sungai ini dalam sekali. Saya bisa terjun bebas dari atas jembatannya," ujar Agus yang kini berumur 50 tahun.Lahar gunung Merapi terus terbawa hujan ke sungai itu. Pasirnya ikut mengalir di Batang Kuranji. Membuat sungai kian dangkal. Akhirnya rata dengan tanah kanan-kirinya.
Baca Juga:Sultan adalah orang yang mensponsori RUU perubahan iklim di Indonesia. RUU itu sudah masuk Prolegnas, tapi masih harus antre panjang di DPR. Seolah banjir bandang juga tahu ada RUU itu lalu mendahuluinya.Banjir Aceh, Sumut, dan Sumbar begitu besarnya. Hari-hari ini banjir itu sudah surut –jangan-jangan begitu juga semangat mempersoalkan penyebabnya. (Dahlan Iskan)