Minggu, 22 Maret 2026

PMII-SURATIN Kepung Bank Sumut dan OJK, Tolak Seleksi Direksi dan Skema Inbreng

Administrator
Senin, 29 Desember 2025 13:41 WIB
PMII-SURATIN Kepung Bank Sumut dan OJK, Tolak Seleksi Direksi dan Skema Inbreng
Istimewa



MEDAN, - Ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan Aliansi Suara Rakyat Indonesia (SURATIN) menggelar aksi unjuk rasa serentak di depan Kantor Pusat PT Bank Sumut dan Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional Sumatera Utara, Senin (29/12).

Aksi yang berlangsung di bawah pengawalan ketat kepolisian itu menyuarakan mosi tidak percaya terhadap proses seleksi direksi Bank Sumut yang dinilai cacat prosedur, tertutup, dan sarat kepentingan.

Dalam orasinya di depan Gedung Bank Sumut, Koordinator Aksi, Ricki Pratama Dalimunthe, menegaskan bahwa hasil seleksi direksi harus dibatalkan.

Ia menilai proses seleksi tidak mengedepankan prinsip transparansi, kompetensi, dan objektivitas.

"Kami mencium aroma ketidakterbukaan dalam seleksi ini. Bank Sumut adalah jantung ekonomi daerah, jangan sampai diisi oleh sosok yang lahir dari proses yang gelap," tegas Ricki.

Selain menyoal seleksi direksi, massa aksi juga menolak rencana inbreng atau penyertaan modal non-tunai berupa aset yang akan dilakukan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) ke Bank Sumut.

Aliansi menilai skema inbreng berisiko membebani kesehatan keuangan bank dan rawan penyimpangan, terutama dalam penilaian nilai aset.

Dalam pernyataan sikapnya, massa aksi menyampaikan sejumlah tuntutan utama:
Batalkan hasil seleksi direksi Bank Sumut yang dinilai tidak transparan.

1. Audit menyeluruh proses seleksi, termasuk tahapan fit and proper test, oleh OJK sebagai regulator.

2. Tolak rencana inbreng aset Pemprovsu karena berpotensi merugikan bank.

3. Jaga independensi Bank Sumut bersihkan dari kepentingan politik praktis menjelang pergantian kepemimpinan daerah.

4. Desak OJK Bertindak Tegas
Usai berorasi di Bank Sumut, massa bergerak menuju Kantor OJK Regional Sumatera Utara.

Di lokasi ini, mereka mendesak OJK agar tidak menjadi "stempel" atas proses seleksi yang diduga bermasalah.

"OJK punya kewenangan penuh untuk menolak calon direksi dari proses yang tidak sehat. Jika ini dibiarkan, integritas perbankan Sumatera Utara sedang dipertaruhkan," ujar Ricki.

Hingga kini, massa masih menunggu respons resmi dari pihak Bank Sumut maupun OJK. PMII dan SURATIN menegaskan akan kembali turun ke jalan dengan jumlah massa lebih besar jika tuntutan mereka tidak segera ditanggapi secara tertulis.

Aksi ini menjadi sinyal keras meningkatnya tekanan publik terhadap tata kelola Bank Sumut, terutama terkait transparansi, independensi, dan potensi intervensi kepentingan di tubuh bank daerah tersebut.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Administrator
Sumber
:
SHARE:
Tags
Berita Terkait
PT Bank Sumut Luluskan 30 ODP, Siapkan Generasi Pemimpin Baru Perbankan Daerah*

PT Bank Sumut Luluskan 30 ODP, Siapkan Generasi Pemimpin Baru Perbankan Daerah*

PKC PMII dan IKA PMII Sumut Gelar Diskusi Publik dan Buka Puasa Bersama, Bahas Efektivitas Program MBG

PKC PMII dan IKA PMII Sumut Gelar Diskusi Publik dan Buka Puasa Bersama, Bahas Efektivitas Program MBG

PC IKA PMII Kota Medan Bersaksi Sahabat Fathan Subchi Adalah Ketua Umum Sah PB IKA PMII Meski PT TUN Kabulkan Banding Slamet Ariyadi

PC IKA PMII Kota Medan Bersaksi Sahabat Fathan Subchi Adalah Ketua Umum Sah PB IKA PMII Meski PT TUN Kabulkan Banding Slamet Ariyadi

Dirut Bank Sumut Audiensi dengan Kajati Sumut, Perkuat Sinergi BUMD dan Aparat Penegak Hukum

Dirut Bank Sumut Audiensi dengan Kajati Sumut, Perkuat Sinergi BUMD dan Aparat Penegak Hukum

Bank Sumut Bertransformasi Menjadi BUMD Perseroda

Bank Sumut Bertransformasi Menjadi BUMD Perseroda

Tata Kelola Perusahaan Transparan dan Akuntabel, Bank Raya Raih “Most Trusted” Company di CGPI Award 2024

Tata Kelola Perusahaan Transparan dan Akuntabel, Bank Raya Raih “Most Trusted” Company di CGPI Award 2024

Komentar
Berita Terbaru