Medan
Halomedan.com
Di usia ke-68 tahun, Yuslin Siregar menunjukkan dedikasinya dalam menghidupkan Ramadan melalui aksi nyata yang dirasakan luas oleh masyarakat.Sebagai Sekretaris Kenaziran Masjid Agung Medan, ia tidak hanya menjadi donatur, tetapi juga penggerak para donatur lainnya. Melalui inisiatif tersebut, berhasil dihimpun dana sekitar Rp 450 juta untuk mendukung kegiatan Ramadan di masjid.
Dana itu sepenuhnya digunakan untuk penyediaan buka puasa bersama selama satu bulan penuh serta pelaksanaan iktikaf pada empat malam ganjil, tanpa menggunakan dana infak masjid.
Hasilnya, puluhan ribu jamaah setiap hari menikmati hidangan berbuka. Sementara pada malam-malam ganjil, tercatat 10.088 jamaah mengikuti iktikaf—menunjukkan tingginya antusiasme umat dalam beribadah.
Sejumlah jamaah mengaku merasakan langsung manfaat program tersebut. "Alhamdulillah, kami bisa berbuka, lalu lanjut ibadah sampai sahur. Ini luar biasa," ujar seorang jamaah.
Jamaah lainnya menyebut peran Yuslin dan para donatur sangat besar dalam menghadirkan suasana Ramadan yang hidup. "Kalau bukan karena orang-orang baik seperti Pak Yuslin, mungkin tidak akan sebesar ini," katanya.
Di usia ke-68 tahun, Yuslin Siregar menegaskan bahwa makna hidup tidak hanya tentang usia, tetapi tentang seberapa besar manfaat yang diberikan kepada sesama.red
Baca Juga:
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News