Jakarta, Wakil Ketua
Komisi XIII DPR RI, Sugiat Santoso, turut merespons terkait keterlibatan oknum anggota TNI dalam aksi penyiraman air keras terhadap seorang aktivis
Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS). Sugiat meminta agar institusi TNI tidak hanya berhenti pada penangkapan pelaku, tetapi juga membongkar motif serta aktor intelektual di balik serangan tersebut.
Sugiat awalnya mengaku menyayangkan adanya keterlibatan aparat dalam tindakan kekerasan yang mencederai nilai-nilai demokrasi dan hak asasi manusia. Menurutnya, publik perlu tahu apakah aksi ini merupakan inisiatif pribadi atau ada perintah dari pihak tertentu.
"Kami mengapresiasi langkah cepat penahanan pelaku, namun proses hukum tidak boleh berhenti di situ. TNI harus transparan mengungkap apa motif sebenarnya dan siapa dalang atau 'orang kuat' di balik aksi keji ini," ujar Sugiat dalam keterangannya, Rabu (18/3/2026).
Mengingat kasus ini melibatkan aktivis kemanusiaan dan oknum aparat, Sugiat mendorong sinergitas antara lembaga negara untuk memastikan keadilan bagi korban. Ia meminta tiga instansi penegakan Hak Asasi Manusia (HAM) untuk turun tangan mengawal kasus ini hingga ke meja hijau
"Saya mendorong Komnas HAM, LPSK, dan Kementerian HAM untuk berkolaborasi secara intensif. Kawal kasus ini sampai tuntas," tegas politisi dari fraksi Gerindra tersebut.
"Jangan biarkan ada ruang bagi impunitas di negeri ini," imbuh Sugiat.
Sugiat memastikan
Komisi XIII akan turut serta mengawal perjalanan kasus ini hingga selesai.
"Kami akan mengawal kasus ini. Negara tidak boleh kalah oleh premanisme, apalagi jika melibatkan oknum berseragam. Kolaborasi antar-lembaga ini penting agar penanganan kasus menjadi terang benderang dan menjadi peringatan keras bagi siapapun agar tidak melakukan tindakan serupa," jelasnya..red
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News