Jumat, 03 April 2026

Fore, Jangan Diam, Aktivis Desak Komitmen Cage-Free di Tengah Tekanan Publik

Administrator
Kamis, 02 April 2026 23:12 WIB
Fore, Jangan Diam, Aktivis Desak Komitmen Cage-Free di Tengah  Tekanan Publik
Tekanan publik terhadap Fore Coffee semakin menguat. Aktivis Animal Friends Jogja (AFJ) menggelar aksi di depan gerai Fore Seturan, Yogyakarta, pada Kamis (2/4), dengan menampilkan papan reklame yang turut menyerukan Fore untuk segera beralih ke telur
Yogyakarta, — Tekanan publik terhadap Fore Coffee semakin menguat. Aktivis
Animal Friends Jogja (AFJ) menggelar aksi di depan gerai Fore Seturan, Yogyakarta, pada
Kamis (2/4), dengan menampilkan papan reklame yang turut menyerukan Fore untuk segera
beralih ke telur bebas sangkar (cage-free). Pesan "Fore, Jangan Diam: Go Cage-Free!" menjadi
sorotan dalam aksi ini, menegaskan tuntutan agar Fore Coffee mengambil langkah nyata dalam
memastikan kesejahteraan hewan di rantai pasoknya.
Selama aksi berlangsung, para aktivis mengenakan topeng ayam dan membawa poster tuntutan,
menggambarkan kondisi ayam petelur dalam sistem kandang baterai. Selain itu, para aktivis juga
membagikan selebaran mengenai praktik kandang baterai dalam industri telur yang tidak
menerapkan prinsip kesejahteraan hewan.
"Fore Coffee mengangkat narasi keberlanjutan melalui #FOREsponsible, namun hingga kini
belum menunjukkan komitmen cage-free. Ini menunjukkan kesenjangan antara citra dan
praktik," ujar Dwi Octavia, Manajer Kampanye Program Advokasi Kesejahteraan Hewan yang
Diternakkan AFJ. "Konsumen berhak mendapatkan produk dari sistem yang lebih bertanggung
jawab."
Tekanan terhadap Fore juga datang dari publik. Lebih dari 13.000 orang telah menandatangani
petisi yang mendesak Fore untuk segera mengadopsi kebijakan bebas sangkar. Dalam sistem
kandang baterai, ayam petelur hidup dengan ruang gerak tidak lebih dari selembar kertas
A4—membatasi mereka untuk bergerak bebas dan mengekspresikan perilaku alaminya. Kondisi
ini berdampak pada stres berkepanjangan, peningkatan risiko penyakit1

, serta gangguan

kesehatan seperti tulang rapuh dan cedera.
Secara global, sekitar 8,32 miliar ayam petelur hidup dalam sistem produksi telur, dan sebagian
besar masih berada dalam sistem intensif dengan keterbatasan ruang gerak. Di sisi lain, tren
masyarakat global menunjukkan perubahan yang signifikan. Survei3 global di 14 negara

3 https://www.frontiersin.org/journals/animal-science/articles/10.3389/fanim.2022.995430/full
2 https://ourworldindata.org/do-better-cages-or-cage-free-environments-really-improve-the-lives-of-hens
1https://kb.rspca.org.au/knowledge-base/what-are-the-animal-welfare-issues-with-housing-layer-hens-in-c
ages/

menunjukkan mayoritas masyarakat lebih memilih telur dari sistem bebas sangkar dan
menganggap penting kesejahteraan hewan dalam rantai pasok. Di Indonesia, 122 perusahaan
telah berkomitmen menggunakan telur cage-free, menunjukkan bahwa praktik yang lebih
memperhatikan kesejahteraan hewan semakin menjadi standar industri.
AFJ menegaskan bahwa Fore Coffee tidak bisa terus menunda langkah. "Semakin lama ditunda,
semakin besar risiko hilangnya kepercayaan publik. Fore perlu segera menyampaikan komitmen
yang jelas," tutup Dwi. AFJ mengajak publik untuk mendukung kampanye
#CagefreeFOREveryone dan mendorong praktik bisnis yang lebih bertanggung jawab terhadap
kesejahteraan hewan.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Sumber
:
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Dokter Forensik : Sempurna Pasaribu Masih Hidup Saat Rumah Dibakar

Dokter Forensik : Sempurna Pasaribu Masih Hidup Saat Rumah Dibakar

Komentar
Berita Terbaru