Minggu, 26 April 2026

Jaringan Aneuk Syuhada Desak Pemerintah Aceh Dirikan BPJS Sendiri

Administrator
Minggu, 26 April 2026 14:33 WIB
Jaringan Aneuk Syuhada Desak Pemerintah Aceh Dirikan BPJS Sendiri
Ist
Banda Aceh — Desakan agar Aceh memiliki sistem jaminan kesehatan sendiri mulai menguat. Jaringan Aneuk Syuhada Kabupaten Aceh Utara menilai, ketergantungan pada BPJS Kesehatan selama ini belum mampu menjawab kebutuhan pelayanan masyarakat secara maksimal.

Ketua Jaringan Aneuk Syuhada Kabupaten Aceh Utara, Muchlis Sayed Adnan, yang akrab disapa Yulis, mengatakan pemerintah Aceh sudah saatnya mengambil langkah berani dengan merancang sistem jaminan kesehatan mandiri yang lebih efektif dan sesuai dengan kondisi daerah.

"Setiap tahun Aceh mengeluarkan dana ratusan miliar untuk BPJS. Tapi pelayanan masih terbatas, banyak pembatasan, dan prosesnya lambat. Ini harus dievaluasi," ujarnya di Banda Aceh, Rabu, 22 April 2026.

Menurut pemuda yang akrab disapa Yulis tersebut, persoalan utama terletak pada sistem yang tersentralisasi. Dana yang dibayarkan daerah masuk ke skema nasional, sementara daerah tidak memiliki kendali penuh terhadap kualitas layanan yang diterima masyarakat. Akibatnya, ketika pelayanan bermasalah, pemerintah daerah sulit melakukan intervensi langsung.

Padahal, Aceh memiliki dasar hukum kuat melalui Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh untuk melakukan inovasi dalam pelayanan publik, termasuk sektor kesehatan. Otonomi khusus dinilai harus dimanfaatkan untuk menghadirkan layanan yang lebih cepat, fleksibel, dan tidak berbelit.

Yulis menilai, dengan pengelolaan mandiri, dana yang selama ini keluar bisa dimaksimalkan langsung untuk kepentingan masyarakat. Mulai dari peningkatan fasilitas rumah sakit, penambahan tenaga medis, hingga mempercepat sistem pelayanan tanpa banyak prosedur yang menghambat.

Ia juga membuka peluang kerja sama dengan lembaga asuransi berstandar internasional agar pelayanan kesehatan di Aceh bisa lebih profesional dan berkelas.

"Kalau ingin pelayanan bagus, sistemnya juga harus kuat dan profesional. Jangan terus bergantung kalau hasilnya tidak maksimal," tegasnya.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa pembentukan sistem mandiri harus melalui kajian menyeluruh agar tidak bertentangan dengan regulasi nasional serta tetap mampu bertahan dari sisi pembiayaan.

Desakan ini menjadi sinyal bahwa publik mulai menuntut perubahan nyata. Bagi Jaringan Aneuk Syuhada, inti persoalannya sederhana: dana besar yang dikeluarkan setiap tahun harus berbanding lurus dengan kualitas pelayanan kesehatan yang diterima masyarakat. (R)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Sumber
:
SHARE:
Tags
Berita Terkait
IM3 dan TikTok Ajak Mahasiswa UNRI Berkarya di Dunia Digital Melalui Go Live Like A Pro

IM3 dan TikTok Ajak Mahasiswa UNRI Berkarya di Dunia Digital Melalui Go Live Like A Pro

IOH Manfaatkan AI untuk Hadang Spam dan Scam, Lindungi Ratusan Juta Masyarakat Indonesia

IOH Manfaatkan AI untuk Hadang Spam dan Scam, Lindungi Ratusan Juta Masyarakat Indonesia

Ketum IKAMANSA Silaturahmi dengan Alumni di Medan, Ajak Perkuat Jaringan untuk Kemajuan Bersama

Ketum IKAMANSA Silaturahmi dengan Alumni di Medan, Ajak Perkuat Jaringan untuk Kemajuan Bersama

IOH Pertahankan Profitabilitas dan Perkuat Fondasi Bisnis di Tengah Dinamika Pasar yang Menantang

IOH Pertahankan Profitabilitas dan Perkuat Fondasi Bisnis di Tengah Dinamika Pasar yang Menantang

Dukung Masa Depan Pendidikan Indonesia, Tri dan 1.000 Guru Foundation Buka Akses Digital di Pelosok Negeri

Dukung Masa Depan Pendidikan Indonesia, Tri dan 1.000 Guru Foundation Buka Akses Digital di Pelosok Negeri

Polrestabes Medan Musnahkan Sabu Milik Sindikat Sebanyak 20. 275,57 Gram dan Inex 58. 775 Butir Jaringan Malaysia

Polrestabes Medan Musnahkan Sabu Milik Sindikat Sebanyak 20. 275,57 Gram dan Inex 58. 775 Butir Jaringan Malaysia

Komentar
Berita Terbaru