Jumat, 26 Juni 2026

150 juta Dana Bumdes Terang Bulan Dibelikan Keyboard Bekas

Administrator
Senin, 04 November 2019 14:46 WIB
150 juta Dana Bumdes Terang Bulan Dibelikan Keyboard Bekas

LABURA | Pemerintah Desa Terang Bulan, Kecamatan Aek Natas, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) mengalokasi Anggaran pengeluaran pembiayaan untuk penyertaan modal usaha pada BUMdes sebesar Rp.150 juta, pada tahun anggaran 2018 lalu.

Pembiayaan yang menggunakan anggaran Pemerintah Pusat melalui Dana Desa (DD) Terang Bulan, diperuntukkan buat BUMdes di desa tersebut, ternyata banyak kejanggalan.

Informasi dihimpun Sumut24 dari masyarakat, ketidak nyamanan terjadi di BUMdes Terang Bulan. Warga menyebutkan alat musik yang seharusnya disewakan itu kini telah rusak, disebabkan barang yang dibelanjakan ternyata barang bekas.

“Bagaimana tidak cepat rusak, dari anggaran sebesarr Rp. 150 juta, ternyata dibelikan keyboard yang bekas’, ujar sumber yang minta namanya tidak disebutkan baru-baru ini.

Menurutnya, warga sekitar kewalahan untuk menyewa alat musik yang dibiayai dari pemerintah itu, disebabkan kalau menyewa dari luar Desa mungkin biayanya terlalu besar.

“Yang menjadi pertanyaan kita uang sebesar Rp. 150 juta dikemanakan, kenapa harus membeli barang bekas, kan sia-sia uang Pemerintah itu, tidak ada fungsinya bagi masyarakat”, tegasnya.

Sumber itu menyebutkan, yang harus bertanggung jawab dalam masalah ini adalah pengelola atau pengurus BUMdes Terang Bulan.

“Kami berharap pihak terkait dapat melihat persoalan ini, karena sangat disayangkan, dengan anggaran sebesar itu usaha BUMdes Terang Bulan tidak berpungsi lagi”, katanya.

Ketua BUMdes Terang Bulan Abdul Kodir saat ditemui mengakui pembelian keyboard dimaksud memang barang bekas’.

Baca Juga:

“Iya bang, memang kita beli yang bekas’, tapi untuk alat-alat lainnya semua beli baru, seperti lespeaker kita rakit’ sama orang,”, katanya sembari menunjukkan biaya pembeliannya kepada wartawan, Senin (4/11) diruang kerjanya.

Menurutnya, dana sebesar Rp. 150 juta semua yang terpakai dipotong pajak, begitu juga untuk keyboard yang rusak saat ini belum diperbaiki karena tidak cukupnya biaya operasional.

“Sebenarnya ini tidak skill saya, begitu juga biaya pemasukan dan operasional kita tidak sesuai, jadi belum bisa kita perbaiki”, kata ASN yang bertugas di SMA Negeri 1 Aek Natas tersebut. (Indra).

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Administrator
SHARE:
Berita Terkait
AMPERAKSU Desak Polda Sumut Telusuri Dugaan Gudang Rokok Ilegal, Minta Backing Dibongkar

AMPERAKSU Desak Polda Sumut Telusuri Dugaan Gudang Rokok Ilegal, Minta Backing Dibongkar

LTKP Desak Kejatisu Usut Dugaan Korupsi Pengadaan Makanan Pasien RSU Haji Medan Rp4,3 Miliar

LTKP Desak Kejatisu Usut Dugaan Korupsi Pengadaan Makanan Pasien RSU Haji Medan Rp4,3 Miliar

Transisi Energi dan Ujian Pemerintahan Ekologis Indonesia

Transisi Energi dan Ujian Pemerintahan Ekologis Indonesia

PWPM Dukung Sukses APEKSI XVIII 2026, Siap Promosikan Potensi Kota Medan

PWPM Dukung Sukses APEKSI XVIII 2026, Siap Promosikan Potensi Kota Medan

PTPN I Regional 1 dan Forkopimcam Tanjung Morawa Tanam 300 Pohon Peringati Hari Bumi dan HUT Deli Serdang ke-80

PTPN I Regional 1 dan Forkopimcam Tanjung Morawa Tanam 300 Pohon Peringati Hari Bumi dan HUT Deli Serdang ke-80

10 Propinsi Berlaga di Sumut Nasional Taekwondo Championship

10 Propinsi Berlaga di Sumut Nasional Taekwondo Championship

Komentar
Berita Terbaru