Kasek SMA Negeri 2 Bilah Hilir Lakukan Rekonsiliasi dengan Wali Murid
Bilah Hilir | Sumut24.co.
Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Desa Sidomulyo, Kecamatan Bilah Hilir, Kabupaten Labuhanbatu Sri Adhawati S.Pd menggelar pertemuan dengan para wali murid, Sabtu (29/02) sekira pukul 10.00 WIB di SMA Negeri 2.
Pertemuan itu digelar di ruang Laboratorium SMA Negeri 2 dalam rangka rekonsiliasi terkait adanya aksi penamparan terhadap dua puluhan siswa yang tidak lengkap memakai atribut seragam sekolah berupa dasi dan topi beberapa hari lalu yang menimbulkan konflik dari wali murid.
“Kemarin kita adakan pertemuan, dalam rangka klarifikasi dan rekonsiliasi antara wali murid dengan kepala sekolah dan para guru di sekolah itu serta juga ketua komite sekolah membahas kejadian beberapa hari lalu,” kata Sukri kepada wartawan di kediamannya, Minggu (1/03/2020).
Dalam pertemuan itu, lanjut Sukri, kepala sekolah SMA Negeri 2 Sri Adhawati S,Pd menjelaskan duduk persoalan terjadinya aksi penamparan itu dengan tujuan efek jera dan siswa di sekolah itu bisa disiplin dan patuh pada peraturan sekolah.
Dikesempatan itu, masih kata Sukri, Sri Adhawati juga mengakui kekhilafannya dan meminta maaf kepada para wali murid. Demikian pula sebaliknya, para siswa pun meminta maaf kepada kepala sekolah dan berjanji akan mematuhi kedispilinan dan peraturan yang telah diterapkan di sekolah.
“Dia (Sri Adhawati) telah meminta maaf atas tindakannya tersebut, ia juga berjanji akan mengulanginya. Kita juga selaku wali murid juga mengakui kesalahan kita sebagai orang tua dan juga meminta maaf kepada kepala sekolah, ya sama – sama salah. Kedepannya semua kan lebih baik lagi wali murid dan pihak sekolah bekerjasama memajukan sekolah itu dan persolan kemarin sudah selesai dan jangan diperkeruh lagi oleh pihak lain,” ujar Sukri.
Di tempat yang sama, Ketua Komite Sekolah SMA Negeri 2 Bardan, berharap ke depannya terbangun komunikasi lebih baik antara wali murid dengan pihak sekolah apa bila ada siswa yang tidak disiplin atau melanggar peraturan yang sudah ditetapkan di sekolah.
“Tujuan yang baik tetapi tidak dilakukan dengan cara yang tidak baik maka hasilnya tidak baik. Selagi masih ada cara yang lebih baik, kita hindarkan tindakan dengan cara kekerasan. Sebab, mendidik dengan cara kekerasan tidak bisa menjadi jaminan seseorang itu akan menjadi lebih baik, bahkan akan melahirkan jiwa yang keras dan melakukan perlawanan,” ungkap Bardan. (w28).
Baca Juga:
Foto: Kepala Sekolah SMA Negeri, 2 Sri Adhawati S.Pd dan Sukri (wali murid) berjabat tangan dan berfoto bersama dengan wali murid dan dewan guru. (Wahyudi)