Selasa, 11 Agustus 2026

Jenazah warga Labura tidak bisa kembali dari Jayapura karena wabah COVID-19

Administrator
Selasa, 14 April 2020 06:34 WIB
Jenazah warga Labura tidak bisa kembali dari Jayapura karena wabah COVID-19

RANTAUPRAPAT , halomedan.co – Satu keluarga di Kabupaten Labuhanbatu Utara mendadak viral kesedihan mereka setelah menyaksikan langsung prosesi pemakaman anggota keluarganya dari Jayapura melalui gawai atau telepon seluler, Sabtu (11/4).

Kisah sedih ini diunggah secara langsung diblaman media sosial Facebook Tetty Situmeang Car hingga ditonton lebih dari 58.700 ribu orang hingga Minggu (12/4) sore.

Upaya pemulangan jenazah David Hamonangan Nainggolan (21) warga Desa Bangun Rejo, Kecamatan Sembilan-Sepuluh terkendala karena Angkasa Pura I menutup penerbangan di Bandara Sentani-Jayapura sejak akhir Maret hingga April 2020 untuk pencegahan COVID-19 di tanah Papua.

Keluarga besar David histeris mendengar kabar tersebut dan akhirnya sepakat prosesi pemakaman untuk David dilaksanakan di daerah yang terkenal dengan tambang emasnya itu.

Keluarga tidak menyangka David yang bercita-cita menjadi tentara itu harus pergi menghadap Yang Maha Pencipta, karena diagnosa terjangkit malaria yang ditularkan melalui gigitan nyamuk terinfeksi parasit plasmodium.

Selama di Jayapura, David menggunakan waktu luang dengan bekerja dan membantu abangnya di sana. Waktu tiga bulan itu juga dimanfaatkan pria tampan ini dengan latihan fisik dan menjaga stamina. Namun, penyakit malaria yang mengerogotinya membuatnya pergi untuk selama-lamanya.

Sebelum prosesi pemakaman, orang tua David meminta untuk melihat anak kesayangannya itu melalui video call aplikasi Whatsapp. Mereka ingin melihat untuk terakhir kalinya pria pemegang sabuk hitam karate ini.

Penantian panjang sambungan video call yang dinantikan sekira pukul 12.05 WIB itu, membuat isak tangis keluarga pecah melihat jenazah David di dalam peti berwarna kecoklatan.

Sesekali mereka menyeka air mata dan terus melambaikan tangan berharap David dapat merasakan kesedihan ini dari gawai berukuran 6 inchi. Doa-doa juga dipanjatkan agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya.

Baca Juga:

Isak tangis mereda perlahan saat detik-detik peti jenazah di masukan ke dalam tanah. Beragam komentar juga ikut menuliskan belasungkawa dan berharap keluarga memahami kondisi saat ini menghadapi wabah virus di setiap daerah.

Dalam kesempatan itu, pihak keluarga berusaha memulangkan jenazah David ke Kabupaten Labuhanbatu Utara namun terkendala wabah COVID-19 di Indonesia.(Red)

 

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Administrator
SHARE:
Berita Terkait
Rico Waas dan Zakiyuddin: 17 Bulan Memimpin, Publik Menanti Bukti Bukan Sekadar Janji

Rico Waas dan Zakiyuddin: 17 Bulan Memimpin, Publik Menanti Bukti Bukan Sekadar Janji

APRC 2026 di Simalungun Berakhir, Bupati Anton: Buka Ruang Event Nasional dan Internasional

APRC 2026 di Simalungun Berakhir, Bupati Anton: Buka Ruang Event Nasional dan Internasional

Rico Waas Lantik Erfin Fachrur Razi Jadi Pj Sekda Medan, Tekankan Integritas dan Profesionalisme

Rico Waas Lantik Erfin Fachrur Razi Jadi Pj Sekda Medan, Tekankan Integritas dan Profesionalisme

BAKOPAM SUMUT YAKIN BUNDA YIN MAMPU MEMBAWA WALUBI SUMUT LEBIH BAIK

BAKOPAM SUMUT YAKIN BUNDA YIN MAMPU MEMBAWA WALUBI SUMUT LEBIH BAIK

*KETUM GARDA MUDA PRABOWO / GARUDA 08 SYAMSUL RIZAL : MENGAWAL PRESIDEN PRABOWO SAMA HALNYA MENGAWAL UUD 1945*

*KETUM GARDA MUDA PRABOWO / GARUDA 08 SYAMSUL RIZAL : MENGAWAL PRESIDEN PRABOWO SAMA HALNYA MENGAWAL UUD 1945*

Mendiktisaintek Prof. Brian Yuliarto Saksikan Penandatanganan MOU Antara UT dan KSPSI

Mendiktisaintek Prof. Brian Yuliarto Saksikan Penandatanganan MOU Antara UT dan KSPSI

Komentar
Berita Terbaru