Warga Rantauprapat Pertanyakan Rakor Luar Daerah Dishub Labuhanbatu
LABUHANBATU, halomedan.co – Dishub Kabupaten Labuhanbatu pada tahun 2020 kembali menganggarkan biaya untuk kegiatan Rapat-rapat koordinasi ke Luar Daerah dengan angka yang sangat fantastis sebesar Rp. 812.150.000 yang bersumber dari APBD T.A 2020.
Data diperoleh dari Direktorat Pengadaan, Dinas Perhubungan kab. Labuhanbatu pada T.A 2019 gunakan anggaran sebesar Rp. 400.000.000 sumber dana APBD 2019 untuk kegiatan yang sama. Dan di T.A 2020 dianggarkan kembali dengan kenaikan dua kali lipat (naik 100%) sebesar Rp. 812.150.000.
Kenaikan anggaran dua kali lipat ini menimbulkan dugaan-dugaan negatif dikalangan masyarakat Labuhanbatu terkait penggunaan anggaran oleh Dinas Perhubungan. Seperti yang sebutkan salah seorang supir beca motor (betor), Syahrial (34) warga kelurahan Siringo-ringo Rantauprapat bersama rekannya, dengan anggaran yang sudah disediakan seharusnya ada peningkatan atau perubahan yang baik yang sudah dapat dirasakan oleh masyarakat Labuhanbatu.
“Bukan tak tanggung anggaran yang digunakan Dishub dan itu uang rakyat. Jangan-jangan itu digunakan untuk jalan-jalan dengan anggotanya. Dan bisa saja keluarganya ikut. Siapa tau? Kan yang ikut cuma orang-orang Dishub,” sebutnya sambil meminum kopinya di salah satu warung kopi pusat kota Rantauprapat.
Fakta kecil saja, lanjutnya menjelaskan, untuk arus lalulintas saat ini sering terjadi kemacetan akibat dari truk-truk roda 10 bebas masuk ke inti kota Rantauprapat. Padahal, sebelumnya truk-truk tersebut tidak bisa masuk kota karena sudah dipasang portal disetiap simpang jalan masuk ke kota.
“Apa hasilnya yang sudah diterapkan di Labuhanbatu ini, mana hasil dari ratusan juta uang rakyat yang sudah digunakan mereka (Dishub Labuhanbatu-red)?” ucap Syahrial yang diamini 3 rekannya.
Terpisah, kepala Dinas Perhubungan kab. Labuhanbatu, Tuahta Saragih saat dikonfirmasi melalui pesan whatsapp, Selasa (14/4/202) terkait faktor apa yang ada di Labuhanbatu terkait perhubungan sehingga Dishub Labuhanbatu melaksanakan rapat koordinasi ke luar daerah? Berapa daerah dan daerah mana saja yang sudah dilaksanakan rapat koordonasi sejak Januari sampai April 2020? Siapa saja yang ikut dalam rapat koordinasi ke luar daerah? Dan apa hasil dari rapat koordinasi ke luar daerah tersebut yang sudah diterapkan di Labuhanbatu?
Satupun dari konfirmasi tersebut tak dijawab dan terkesan tak peduli, karena saat dikonfirmasi di profil whatsapp Kadishub Tuahta Saragih sedang online, dengan kata lain pesan konfirmasi melalui whatsapp sudah dibaca. Bahkan, saat dicoba dihubungi berulang kali sudah tak bisa, mungkin diblokir karena nada saat dipanggil terdengar lalu putus dengan jawaban operator ‘nomor yang anda tuju tidak dapat menerima panggilan.(jws)
Baca Juga: