Polisi Mulai Siaga di Empat Penjuru Pintu Masuk Kabupaten Karo
KABANJAHE, halomedan.co – Dalam mencegah dan memutus mata rantai penyebaran virus corona (Covid-19), pemerintah daerah dan instansi terkait saat ini tengah gencar untuk melakukan penutupan daerahnya.
Terlebih, beberapa waktu terakhir pemerintah pusat telah menerapkan imbauan dan larangan agar masyarakat tidak melakukan mudik atau pulang ke kampung halaman.
Untuk di Kabupaten Karo, pihak Polres Tanah Karo diketahui telah membuat beberapa pos pemantauan pergerakan masyarakat.
Diketahui, pos yang saat ini telah diaktifkan ditempatkan di empat penjuru pintu masuk ke Kabupaten Karo.
Seperti di Desa Doulu, yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Deliserdang dan menuju Kota Medan.
Di kawasan Kecamatan Merek, untuk memantau pergerakan masyarakat dari Kabupaten Dairi dan Simalungun.
Kemudiaan, di Kecamatan Namanteran yang berbatasan dengan Kabupaten Langkat.
Terakhir,di Kecamatan Mardinding yang berbatasan dengan kawasan Aceh Tenggara.
Menurut informasi dari Kapolres Tanah Karo AKBP Yustinus Setyo, pendirian pos ini dilakukan untuk mencegah penyebaran virus corona masuk ke Kabupaten Karo.
Baca Juga:
Ia mengatakan, pos ini mulai diaktifkan sejak tanggal 24 April hingga 30 Mei 2020 mendatang.
“Untuk di Kabupaten Karo ada empat pos, ya ini langkah kita untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona agar tidak masuk ke Kabupaten Karo,” ujar Yustinus, Selasa (28/4).
Yustinus mengungkapkan, dengan masih maraknya penyebaran pandemi virus corona ini dirinya meminta kepada masyarakat yang ada baik di Kabupaten Karo maupun di luar Kabupaten Karo, untuk menunda mudik.
“Kita imbau masyarakat jangan mudik dulu dalam masa pandemi virus corona ini, agar kita dapat fokus dalam melaksanakan ibadah di bulan Ramadan dan menyambut hari raya Idul Fitri nantinya,” katanya.
Dirinya mengungkapkan, pos ini juga dilakukan untuk memantau pergerakan arus lalu lintas di seputar Kabupaten Karo.
Seperti diketahui, Kabupaten Karo merupakan kawasan perlintasan yang selalu digunakan oleh masyarakat dari berbagai Kabupaten yang ada di sekitarnya.
Walaupun tidak ada penutupan namun dilakukan pemeriksaan secara ketat terhadap semua semua pengendara.
Tak hanya pengemudi, seluruh penumpang juga diperiksa identitasnya untuk menghindari mata rantai penyebaran virus corona.(red)
Baca Juga: