BBKSDA Sumut: Hindari Konflik Orang Utan dengan Warga
TANAH KARO, Halomedan.co
Orang utan sumatera yang beberapa waktu terakhir terlihat di wilayah kawasan Danau Lau Kawar Kabupaten Karo, hingga saat ini diketahui sudah mulai sering hadir.
Seperti diketahui, wilayah tempat keluarnya primata dengan nama latin pongo abelii ini berseberangan langsung dengan Desa Kuta Gugung, Kecamatan Namanteran.
Kehadiran orang utan tersebut sempat membuat warga sekitar kaget. Pasalnya, primata yang biasa hidup di hutan pedalaman ini tiba-tiba menampakkan dirinya di wilayah yang berdekatan langsung dengan lokasi masyarakat beraktivitas.
Dengan kondisi ini, Balai Besar Kelestarian Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara, melalui kantor wilayah I Sumut langsung mengecek kondisi lokasi kemunculan orang utan tersebut.
Kepala BBKSDA Wilayah I Sumut Tuahman Tarigan, mengaku belum lama ini pihaknya telah memberikan imbauan dan pengertian bagi masyarakat sekitar.
“Iya setelah kita dapat laporan dan mengecek lokasi, kita juga memberikan pengetahuan bagi masyarakat sekitar jika kehadiran orang utan ini hanya untuk mencari makan. Dan sesuai dengan sifatnya, orang utan tidak akan membawa ancaman bagi manusia,” ujar Tuahman, Minggu (21/6).
Tuahman menjelaskan, langkah ini dilakukan untuk memberikan pengertian kepada masyarakat sekitar agar jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Terlebih, orang utan merupakan salah satu hewan yang telah diatur di dalam undang-undang, yang keberadaannya dilindungi oleh pemerintah.
Salah satu hal yang tidak diinginkan ini ialah, ditakutkan karena merasa terganggu sehingga masyarakat mengusir hingga membunuhnya. Atau, bagi masyarakat yang senang ditakutkan nantinya orang utan tersebut malah ditangkap dan dipelihara.
Baca Juga:
“Sebenarnya kita sudah sampaikan, karena inikan orangutannya juga memang tinggal di habitatnya, dan melihat kondisinya di lokasi ini memang tempat aktivitas masyarakat. Jadi agar tidak terjadi konflik, kita minta masyarakat agar tidak terlalu dekat dan tidak mengganggunya,” katanya.
Hingga saat ini dengan kehadiran orang utan tersebut menjadikan pengalaman dan hiburan tersendiri bagi masyarakat.
Agar nantinya tidak sampai mengganggu aktivitas orang utan dalam mencari makan, pihaknya berencana dalam waktu dekat akan memasang tanda informasi.
“Sekarang dalam proses pembuatan tandanya, karena memang yang melihat ini bisa saja ada yang dari luar wilayah sini, makanya kita akan tempatkan papan informasi untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat luas tentang keberadaan hewan ini,” ucapnya.
Ia juga meminta masyarakat tidak sembarangan memberikan makanan kepada orang utan tersebut.
Menurut dia, jika nantinya orang utan tersebut terbiasa dengan makanan yang diberikan oleh masyarakat akan membawa dampak buruk bagi hewan itu sendiri, maupun warga sekitar.
“Kalau dia sudah terbiasa dengan makanan yang diberikan, dia jadi hilang insting mencari makan di alam, dan bisa membuat kesehatannya terganggu. Selain itu, nantinya dia jadi berani mendekat ke permukiman warga untuk meminta makanan. Jadi kami minta supaya jangan sembarangan memberi makanan,” katanya.
Di lokasi terpisah, Kapolsek Simpangempat AKP Ridwan Harahap, mengungkapkan pihaknya juga dalam waktu dekat berencana akan melakukan patroli ke lokasi tersebut.
Baca Juga:
Ia mengatakan, sebagai hewan yang dilindungi maka orang utan harus terjamin kelestariannya di alam liar sebagai habitat aslinya.
“Nanti kita akan berkoordinasi lebih lanjut dengan pihak terkait, agar nantinya kita ikut serta patroli,” katanya.
Lebih lanjut, Ridwan juga mengimbau kepada masyarakat jika ada yang melihat kehadiran orang utan tersebut agar tidak mengganggu atau mengancam keselamatannya.
Selama hewan tersebut tidak memberi dampak berbahaya bagi warga, AKP Ridwan berharap agar masyarakat turut serta membantu pemerintah dalam menjaga ekosistem sekitar.(Red)