Ketua GTP2C Toba Imbau Masyarakat Tidak Boleh Lengah, Pasien Terkonfirmasi Positif Meningkat
BALIGE, Halomedan.co
Masyarakat jangan merasa lengah dan tenang, harus tetap waspada serta patuh protokol kesehatan, kata Bupati Toba selaku Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 (GTP2C) Toba, Ir Darwin Siagian.
“Kami menghimbau dengan keadaan seperti ini masyarakat jangan merasa lengah dan tenang, harus tetap waspada. Protokol kesehatan itu harus tetap dilakukan, pakai masker, jaga jarak dan cuci tangan sesering mungkin,” sebut Bupati Darwin dikonfirmasi, Selasa (7/7).
Setelah dua minggu pasca Kabupaten Toba dinyatakan status zona hijau, informasi data covid terkini oleh tim GTP2C Toba per tanggal 07 Juni 2020 menyebutkan sebanyak 4 orang warga Kabupaten Toba terkonfirmasi positif Covid-19. Keempat pasien saat ini dirawat di RSUP Adam Malik Medan 1 orang, RSUD Tarutung (2) sementara 1 orang lainnya menjalani isolasi mandiri di Medan.
Perubahan kondisi ini, sebut Darwin, merubah rencana awal untuk memulai tatanan baru. Proses pembelajaran secara tatap muka yang direncanakan pada awal tahun ajaran baru tanggal 13 Juli mendatang dinyatakan batal.
Selain itu, kelanjutan pelaksanaan apel gabungan ASN yang sudah dimulai pada Senin (6/7) oleh pejabat eselon II dan III memungkinkan untuk dievaluasi kembali.
“Ada 4 warga kita yang terkonfirmasi positif katanya, maka new normal yang kita rencanakan itu nanti akan kita bahas dulu hari Kamis dengan Forkopimda, setelah itu baru kita umumkan sambil menunggu status kita. Oleh karenanya kepada masyarakat kami imbau, mari saling menjaga,” imbuhnya seraya memberitahukan telah merintahkan untuk menghidupkan kembali posko desa walau mungkin tidak seperti sebelumnya.
Sekdakab Toba Drs Audi Murphy O Sitorus SH MSi, pada kesempatan itu mendampingi Bupati, menyampaikan dalam upaya memutus mata rantai covid-19, Aparatur Sipil Negara (ASN) diharapkan mampu menjadi corong, bukan hanya di tempat kerja tetapi juga di lingkungan masyarakat.
“ASN ini harus tetap juga menjadi petugas sosialisasi kepada masyarakat tidak hanya melalui sosialisasi resmi saja tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari juga harus berfungsi bagaimana menyadarkan masyarakat dengan pola hidup bersih atau mengikuti pola tatanan pola normal ini,” pungkasnya. (des)
Baca Juga: