Sabtu, 28 Maret 2026

Erick: Vaksin COVID-19 Menjadi Quick Win Agar Tidak Terjebak PSBB

Administrator
Kamis, 13 Agustus 2020 04:17 WIB
Erick: Vaksin COVID-19 Menjadi Quick Win Agar Tidak Terjebak PSBB

JAKARTA, Halomedan.co

RUU Cipta Kerja ini pembahasannya sudah melebihi 75 persen. Tentu diharapkan dalam pembahasannya akan terus dilanjutkanMenteri BUMN Erick Thohir mengatakan penemuan vaksin COVID-19 menjadi salah satu “quick win” agar Indonesia tidak terjebak melakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang menghambat laju pertumbuhan ekonomi.

“Tentu sekarang vaksin adalah salah satu ‘quick win’ atau jalan singkat bagaimana kita tidak terus terbebani melakukan PSBB di sana sini. Apakah itu dinamakan terapi penyembuhan, obat-obatan, herbal,” ujar Menteri Erick di Jakarta, Rabu.

Ia menyampaikan bahwa sejak awal pihaknya terus berupaya menemukan vaksin bekerja sama dengan berbagai lembaga seperti Lembaga biologi molekuler Eijkman, BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi), LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia), BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan), Kementerian Riset dan Teknologi, dan universitas-universitas.

“Kerja sama untuk mencoba menemukan vaksin merah putih dan ini masih berlangsung. Laporan terakhir, di tahun 2021 bisa ada jalan keluar, kita menemukan vaksin merah putih,” katanya.

Erick menambahkan, PT Biofarma (Persero) juga sudah menyiapkan kapasitas produksi hingga 250 juta vaksin per tahun.

“Tentu Biofarma juga terus berupaya melakukan kerja sama dengan banyak pihak. Apakah dengan WHO, CEPI, Korea, China dan terakhir dengan UEA,” katanya.

Ia menyampaikan Biofarma mulai melakukan uji klinis COVID-19 fase ketiga di Bandung dengan 1.620 relawan.

“Kalau memang hasilnya baik InsyaAllah di awal tahun depan kita sudah coba lakukan vaksin massal kepada seluruh rakyat Indonesia, yang tentunya vaksin merah putih kita tunggu,” kata Erick yang juga Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional.

Baca Juga:

Saat ini, lanjut dia, Indonesia sangat memerlukan vaksin COVID-19 secepatnya agar kesehatan terjaga sekaligus mendorong ekonomi.

Badan Pusat Statistik (BPS) merilis pertumbuhan ekonomi triwulan II-2020 mengalami kontraksi sebesar 5,32 persen atau untuk pertama kalinya masuk zona negatif sejak 1999.(ant)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Administrator
SHARE:
Berita Terkait
Spot Kuliner Baru Simpang Kayu Besar, Pedagang Kini Lebih Tertata dan Nyaman

Spot Kuliner Baru Simpang Kayu Besar, Pedagang Kini Lebih Tertata dan Nyaman

Warga Huta Namale Madina Dipasung 25 Tahun, Keluarga Minta Perhatian Dinas Kesehatan Sumut

Warga Huta Namale Madina Dipasung 25 Tahun, Keluarga Minta Perhatian Dinas Kesehatan Sumut

Rani Sihombing Rilis Singel “Telepon Tonga Borgin”,

Rani Sihombing Rilis Singel “Telepon Tonga Borgin”,

BRI BO Sibuhuan Kunjungan Silaturahmi ke Koperasi Jasa Plasma Barumun Agro  Nusantara

BRI BO Sibuhuan Kunjungan Silaturahmi ke Koperasi Jasa Plasma Barumun Agro Nusantara

Menjalin Silaturahmi, Pimpinan Cabang BRI BO Sibuhuan Kunjungan ke PT PHI

Menjalin Silaturahmi, Pimpinan Cabang BRI BO Sibuhuan Kunjungan ke PT PHI

BRI BO Sibuhuan Mendukung Pasar Rakyat PT Agrinas Palma Nusantara

BRI BO Sibuhuan Mendukung Pasar Rakyat PT Agrinas Palma Nusantara

Komentar
Berita Terbaru