Minggu, 27 September 2026

Liput Lokasi Judi, Wartawan Posmetro Dianiaya dan Diancam Bunuh

Administrator
Jumat, 29 Maret 2019 01:30 WIB
Liput Lokasi Judi, Wartawan Posmetro Dianiaya dan Diancam Bunuh

BELAWAN-halomedan.co

Wartawan senior Posmetro Medan, Budi Hariadi (38) dianiaya dan diancam bunuh di lokasi judi tembak ikan, Komplek Brayan Trade Center, Desa Helvetia, Kecamatan Labuhandeli, Kamis (28/3).

Penganiayaan itu terjadi ketika Budi ingin mengkonfirmasi ke lokasi perjudian tersebut. Setiba di lokasi,korban bertemu terduga pelaku yang juga pemilik arena tersebut inisial A.

Sebelumnya korban memperkenalkan diri sebagai wartawan dan ingin konfirmasi dengan pria tersebut.

“Aku jumpa sama Ationg itu, kubilang aku wartawan mau konfirmasi. Si Ationg membawa aku ke belakang arena judi,” kata Budi.

Di belakang lokasi diduga arena perjudian tersebut, korban dipertemukan dengan pria berbadan tegap berambut cepak yang sedang duduk di kantin. Diduga pria cepak tersebut sebagai pengawas judi di lokasi itu,

“Menanyakan jati diri dan dengan meminta kartu pers dan KTP,” lanjutnya.

Seteleh itu, KTP dan kartu pers milik korban di foto oleh keduanya sembari mengancam akan membunuh korban dan keluarga.

“Bahkan mereka bilang, jangan macam – macam kau, nanti bisa dipecat dari wartawan,” beber pria berusia 38 tahun menirukan ancaman pengawas lokasi judi tersebut.

Baca Juga:

Setelah menerima ancaman , kartu pers dan KTP korban pun dipulangkan oleh keduanya. Saat beranjak dari belakang itu menuju keluar melewati arean perjudian ikan,korban sempet mengambil lokasi diduga dijadikan arena berjudian.

Tak disangka, Ationg dan pria berbadan tegap melihat pengambilan foto itu. Pria tegap itu langsung menarik Hp nya sambil membawa korban ke belakang arean lokasi judi tadi.

Lantas, data di Hp itu dihapus oleh mereka, selanjutnya A tiba – tiba memulai memukulnya. Aksi brutal pria tegap lainnya diperkirakan berjumlah 8 orang pun ikut memukulinya hingga babak belur.

“Ketika Hp aku diambil, si Ationg itu mulai mukuli aku. Makanya yang lain ikut mukul, aku dihajar pakai bangku, gelas dan dipijak – pijak mereka. Ibu yang jaga kantin itu sampai menjerit melihat aku dipukuli,” ungkap Budi.

Setelah babak belur dianiaya, Hp nya yang telah dirusak dengan dicelupkan ke air, kemudian di kembalikan kepada korban dan diperintahkan pulang.

“Pas aku pulang, sempat dibilang mereka jangan takut Hp kau rusak, nanti bisa diganti,” ungkap korban menirukan ucapan mereka.

Pasca kejadian itu, ia pun melaporkan penganiayaan itu ke Polsek Medan Labuhan dengan nomor LP/198/III/SU/2019/PEL-Belawan/SEK-Medan Labuhan. (res)

Baca Juga:
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Administrator
SHARE:
Berita Terkait
Abdi dalem Kendal Tampi Ganjaran Pangkat

Abdi dalem Kendal Tampi Ganjaran Pangkat

Usai Electricity Connect 2026, MKI Sumut dan PLN Perkuat Sinergi Transisi Energi

Usai Electricity Connect 2026, MKI Sumut dan PLN Perkuat Sinergi Transisi Energi

Abdul Halim: PT Ayu Septa Perdana Konsisten Profesional, Tuduhan Harus Dibuktikan Secara Hukum

Abdul Halim: PT Ayu Septa Perdana Konsisten Profesional, Tuduhan Harus Dibuktikan Secara Hukum

Temuan Ombudsman, Aktivis 98 Desak Presiden Prabowo Serius Tertibkan Kementerian Imipas

Temuan Ombudsman, Aktivis 98 Desak Presiden Prabowo Serius Tertibkan Kementerian Imipas

Hasyim SE Sampaikan Duka Mendalam atas Wafatnya Guruh Soekarnoputra

Hasyim SE Sampaikan Duka Mendalam atas Wafatnya Guruh Soekarnoputra

Bukan Sekadar Janji, Kadis SDABMBK Khairul Azmi Bergerak Benahi Drainase Medan, FPPSU Siap Kolaborasi

Bukan Sekadar Janji, Kadis SDABMBK Khairul Azmi Bergerak Benahi Drainase Medan, FPPSU Siap Kolaborasi

Komentar
Berita Terbaru