Banda Aceh – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW)
Tani Merdeka Aceh menyatakan optimistis kepemimpinan Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) akan membawa perubahan positif terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), sekaligus memperkuat kesejahteraan petani melalui penyerapan hasil pertanian yang lebih terjamin. Pernyataan ini disampaikan menyusul pelantikan Sudaryono oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai Kepala BGN pada Rabu (22/7).
Ketua DPW
Tani Merdeka Aceh, Cut Muhammad, menilai sosok Sudaryono atau yang akrab disapa Mas Dar merupakan figur yang memahami secara menyeluruh konsep dan implementasi Program MBG. Menurutnya, pengalaman Sudaryono di sektor pertanian menjadi modal penting untuk memastikan program nasional tersebut berjalan sesuai aturan sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
"Kami percaya di tangan Mas Dar, Badan Gizi Nasional akan berjalan sesuai aturan. Beliau sangat memahami bagaimana mengelola program ini sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat," ujar Cut Muhammad.
Senada dengan itu, Sekretaris DPW
Tani Merdeka Aceh, Nabhani, S.I.Kom., yang akrab disapa Pak Bhen, mengatakan rekam jejak Sudaryono selama bertugas di Kementerian Pertanian menunjukkan komitmen kuat dalam memperjuangkan kepentingan petani.
Menurutnya, berbagai kebijakan yang mendorong harga gabah dan jagung menjadi lebih menguntungkan telah memberikan dampak positif terhadap peningkatan kesejahteraan petani. Keberhasilan tersebut dinilai menjadi bukti bahwa Sudaryono memiliki kepemimpinan yang bertanggung jawab, teliti, dan berorientasi pada hasil.
"Beliau berhasil mendorong kebijakan yang membuat petani lebih bahagia karena harga komoditas semakin menguntungkan. Kami melihat beliau memimpin dengan penuh tanggung jawab dan sangat teliti dalam mengambil keputusan," kata Pak Bhen.
Ia juga menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya berbicara mengenai penyediaan makanan bergizi bagi penerima manfaat. Lebih dari itu, program tersebut diyakini mampu menciptakan pasar yang berkelanjutan bagi hasil panen petani melalui kebutuhan bahan baku dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai daerah.
"Mas Dar selalu menekankan bahwa MBG bukan sekadar soal makanan bergizi. Program ini juga menjadi instrumen untuk menyerap hasil panen petani di pasar-pasar tradisional sehingga pendapatan petani meningkat dan memiliki kepastian usaha yang berkelanjutan," jelasnya.
DPW
Tani Merdeka Aceh juga meyakini pengalaman Sudaryono sejak tahap awal perencanaan MBG akan menjadi kekuatan dalam menyempurnakan sistem distribusi hingga ke tingkat daerah. Selain memahami aspek teknis dan regulasi, Sudaryono dinilai memiliki karakter kepemimpinan yang terbuka terhadap berbagai masukan dari masyarakat.
"Beliau tidak hanya berbicara soal petunjuk teknis. Kami yakin Mas Dar akan mendengar aspirasi para penerima manfaat, memperhatikan kualitas makanan, menjaga aspek higienitas, serta memastikan tujuan utama program ini, yaitu meningkatkan gizi masyarakat, benar-benar tercapai," tutup Pak Bhen. (R)