Sabtu, 10 Oktober 2026

Kasuwargan Paku Buwono XII

Administrator
Sabtu, 10 Oktober 2026 21:37 WIB
Kasuwargan Paku Buwono XII
Ist
Kasuwargan Paku Buwono XII

Kukusing dupa kumelun. Harum mewangi ke kanan kiri. Melingkupi pajimatan Imogiri. Senin 5 Oktober 2026 doa kasuwargan konjuk Kanjeng Sri Susuhunan Paku Buwono XII.

Raja Karaton Surakarta Hadiningrat ini memerintah tahun 1945 - 2004. Mendapat jejuluk Sunan Hamardika. Jasa terbesar buat Negara Kesatuan Republik Indonesia. Yakni Raja pertama di dunia yang memberi pengakuan. Soekarno Hatta didukung penuh untuk memimpin kemerdekaan. Proklamasi 17 Agustus 1945 berjalan lancar. Karaton Surakarta Hadiningrat selalu berdoa murih wilujenge Negara Kesatuan Republik Indonesia dalah saisinipun.

Abdi dalem ulama Imogiri membaca tahlil takbir tahmid tasbeh. Mbrengengeng pindha bremara ngrabasa kusuma. Cara melantunkan doa mirip orang membaca japa mantra. Syair Islam, cengkok Jawa. Benar benar perpaduan antara agama dan budaya.

Beri berisi aneka ragam kembang. Bunga melati, mawar, kenanga. Bau semerbak. Ragam sesekaran tertata rapi. Abdi dalem mandra budaya berbaris berjajar jajar. Dari palereman menuju kompleks kasuwargan dua belas. Waktu itu hari menjelang sore.

Hawa yang sumeles panas tiba tiba berubah menjadi sejuk. GKR Wandansari memimpin tata cara nyekar haul Sinuhun Paku Buwono XII. Bersama dengan GKR Ayu Koes Indriyah dan GKR Putri Purnamaningrum. Sentana dan abdi dalem berjalan urut patut. Dari sasana palereman melewati sasana madya. Naik ke atas menuju kaping sedasan.

Terdapat empat raja yang sedang sumare. Sinuhun Paku Buwono X, Sinuhun Paku Buwono XI, Sinuhun Paku Buwono XII dan Sinuhun Paku Buwono XIII. Raja Paku Buwono XIII wafat pada tanggal 2 Nopember 2025. Sumare bersebelahan dengan Paku Buwono XII yang surut pada tahun 2004.

Satu lokasi dengan kaping dua belas. Yaitu GKR Galuh Kencono, GKR Sekar Kencono, GKR Retno Dumilah, KGPH Haryo Mataram, KGPH Kusumoyudo. Sesabar dengan Paku Buwono XII yakni Kanjeng Ratu Ageng.

Warisan kejuangan Paku Buwono XII berlimpah ruah. Harta benda, uang, tanah, kebun, pabrik, perhiasan, gedung, kantor disumbangkan untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kekuasaan Karaton Surakarta Hadiningrat diserahkan. Kewenangan diberikan. Wilayah dihibahkan. Total tanpa sisa. Tinggal Karaton Surakarta Hadiningrat sakmegaring payung.

Lila lan legawa kanggo mulyaning negara. Sampai akhir hayat kepunyaan Paku Buwono XII amat sangat terbatas. Negara Kesatuan Republik Indonesia jelas berhutang budi. Catatan sejarah itu mesti diingat dengan benar. Laras lurus leres liris.

Dinas militer Paku Buwono XII sebagai anggota TNI. Berlangsung tahun 1945 hingga 1966. Pangkat terakhir sampai Kolonel. Undur dari dinas militer bersamaan dengan Presiden Soekarno turun dari panggung politik. Rupa rupanya kesetiaan Paku Buwono XII kepada Presiden Soekarno boleh dibilang tinggi sekali. Mendhem jero mikul dhuwur.

Dua nampan emas dibawa Sinuhun Paku Buwono XII. Sumbangan untuk biaya konferensi meja Bundar di Den Haag. Selama mengikuti KMB atas biaya sendiri. Sri Mangkunegara VIII juga ikut. Delegasi KMB dari Indonesia dipimpin oleh Wakil Presiden Mohammad Hatta. Jasa besar ini pantas dikenang sepanjang jaman.

Peran Sinuhun Paku Buwono XII malah meluas. Berbondong -bondong pimpinan NKRI ndherek suwita pada Karaton Surakarta Hadiningrat. Sebut saja Presiden Abdurrahman Wahid. Ketua DPR Ir Akbar Tanjung. Panglima ABRI Jenderal Wiiranto. Ketua MPR Prof Dr Amien Rais. Wakil ketua DPD AM Fatwa. Hubungan harmonis.

Strategi kebudayaan yang dilakukan oleh Sinuhun Paku Buwono XII membuat Karaton Surakarta Hadiningrat lestari. Selayaknya bila cita cita luhur itu berlanjut. Nilai kebangsaan kebudayaan berjalan beiringan. Nuting jaman kelakone.

Pengusulan gelar pahlawan nasional kerap dilakukan oleh masyarakat umum. Tahun 2012 dilaksanakan seminar di kampus UGM. Tahun 2025 akademisi dari Universitas Sarjana Wiyata Taman Siswa mengusulkan kepada pemerintah. Seharusnya Sinuhun Paku Buwono XII mendapat gelar pahlawan nasional. Demi tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia.


Imogiri,
Purwadi

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Sumber
:
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Tembang Prof Dr HR Wijaya M.Si.

Tembang Prof Dr HR Wijaya M.Si.

Sosiologi Islam Kejawen

Sosiologi Islam Kejawen

Nyi Lanjar Ratu Laut Jawa

Nyi Lanjar Ratu Laut Jawa

Abdi dalem Kendal Tampi Ganjaran Pangkat

Abdi dalem Kendal Tampi Ganjaran Pangkat

Memayu Hayuning Bawana

Memayu Hayuning Bawana

MBAHU DHENDHA NYAKRAWATI

MBAHU DHENDHA NYAKRAWATI

Komentar
Berita Terbaru