Selasa, 12 Mei 2026

Direktur Eksekutif Indonesian Hayati Foundation, Marwan Ashari Harahap : Penanganan Sampah di Kota Medan Jalan di Tempat

Administrator
Minggu, 18 Mei 2025 09:11 WIB
Direktur Eksekutif Indonesian Hayati Foundation, Marwan Ashari Harahap : Penanganan Sampah di Kota Medan Jalan di Tempat
Istimewa
Direktur Eksekutif Indonesian Hayati Foundation, Marwan Ashari Harahap,



Medan– Penanganan sampah di Kota Medan dinilai masih stagnan dan belum menunjukkan kemajuan berarti. Pola penanganan yang diterapkan masih konvensional, yakni kumpul, angkut, dan buang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA), tanpa ada inovasi pengelolaan yang berkelanjutan.

Hal tersebut disampaikan oleh praktisi lingkungan yang juga Direktur Eksekutif Indonesian Hayati Foundation, Marwan Ashari Harahap, kepada wartawan di Medan, Sabtu (18/5).

"Penanganan sampah di Kota Medan belum menunjukkan progres atau peningkatan. Masih menerapkan pola dan kebiasaan lama, menjalankan kebijakan yang terkesan stagnan tanpa terobosan untuk mengurai benang kusut persoalan sampah," tegas Marwan yang juga pernah menjadi tim penilai Adipura untuk Kota Medan.

Menurut Marwan, jika pola lama terus dipertahankan, maka target pengurangan sampah sebesar 30 persen sebagaimana amanat Undang-Undang tidak akan tercapai.

"Sudah saatnya Pemko Medan meninggalkan cara lama. Penanganan sampah seharusnya bergeser dari sekadar membuang ke arah pengelolaan, sehingga sampah dapat dimanfaatkan secara ekonomi maupun ekologis," ujarnya.

Ia juga menyoroti kondisi TPA yang masih menerapkan sistem open dumping tanpa proses pengolahan. Fasilitas Pengolahan medan.com/tag/sampah/" target="_blank">Sampah Skala Kota (FPSSK) disebut minim aktivitas, dan Tempat Pengolahan medan.com/tag/sampah/" target="_blank">Sampah 3R (TPS 3R) juga masih sangat terbatas jumlahnya.

"Seyogianya setiap kecamatan memiliki TPS 3R agar sampah dapat disortir, dipilah, dan diolah lebih dulu. Hanya residu yang tidak bermanfaat yang dibuang ke TPA dengan pengolahan agar ramah lingkungan," lanjutnya.

Marwan juga menyayangkan belum optimalnya upaya pengurangan sampah di fasilitas publik seperti kantor pemerintahan, sekolah, pasar, dan permukiman. Meskipun ada fasilitas yang tersedia, namun belum dimanfaatkan maksimal.

"Predikat Medan sebagai medan.com/tag/kota/" target="_blank">kota metropolitan yang bersih, teduh, dan berkelanjutan perlu dipertanyakan. Jangan sampai hanya simbolis tanpa sesuai dengan fakta dan kondisi di lapangan," pungkasnya.Rel



Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Laura SIlalahi
Sumber
:
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Atas nama pribadi, keluarga, dan Pemerintah Kota Tanjungbalai, kami menyampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya. Semoga almarhumah husnul

Atas nama pribadi, keluarga, dan Pemerintah Kota Tanjungbalai, kami menyampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya. Semoga almarhumah husnul

BATU MARMAR: Dipercaya Tiga Periode Pimpin PDIP Medan, Hasyim, SE Dinilai Sangat Layak Jadi Wali Kota Medan Kedepan

BATU MARMAR: Dipercaya Tiga Periode Pimpin PDIP Medan, Hasyim, SE Dinilai Sangat Layak Jadi Wali Kota Medan Kedepan

Datok Afit, MC Kota Medan yang Konsisten Menjaga Marwah Budaya Melayu

Datok Afit, MC Kota Medan yang Konsisten Menjaga Marwah Budaya Melayu

UNPRI Medan Jadi Kampus Pertama Creative Workshop JNE Content Competition 2026

UNPRI Medan Jadi Kampus Pertama Creative Workshop JNE Content Competition 2026

JNE Gelar Media Gathering Bersama Insan Pers Medan dan Silangit Bertabur Hadiah

JNE Gelar Media Gathering Bersama Insan Pers Medan dan Silangit Bertabur Hadiah

Mantan Bendahara SMAN 19 Medan Divonis 1 Tahun Penjara, Kuasa Hukum: Klien Kami Dihukum Karena Kealpaannya, Bukan Korupsi

Mantan Bendahara SMAN 19 Medan Divonis 1 Tahun Penjara, Kuasa Hukum: Klien Kami Dihukum Karena Kealpaannya, Bukan Korupsi

Komentar
Berita Terbaru