Jumat, 10 Juli 2026

Dugaan Pengondisian Pengadaan Buku SD Negeri Medan, Nama Nardi Pasaribu Disebut, Ini Klarifikasinya

Administrator
Senin, 06 Juli 2026 21:24 WIB
Dugaan Pengondisian Pengadaan Buku SD Negeri Medan, Nama Nardi Pasaribu Disebut, Ini Klarifikasinya


MEDAN – Menyusul beredarnya informasi terkait dugaan pengondisian pengadaan buku di sejumlah Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kota Medan, nama Nardi Pasaribu turut disebut dalam isu yang berkembang. Menanggapi hal tersebut, Nardi memberikan klarifikasi dan membantah memiliki keterlibatan maupun keberpihakan terhadap penerbit tertentu.
Saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (1/7/2026), Nardi meminta agar informasi yang beredar didukung dengan sumber yang jelas sehingga dapat dipastikan kebenarannya.
"Silakan dikonfirmasi sumbernya biar kita A1-kan. Enak kalau sudah seperti ini," ujar Nardi.
Ia juga mempertanyakan dari mana pihak yang menyampaikan informasi tersebut memperoleh nomor teleponnya.
"Nomor saya dari mana ya, Bro?" katanya.
Nardi menjelaskan bahwa selama berada di Kota Medan dirinya menjalin hubungan baik dengan berbagai kalangan masyarakat tanpa membeda-bedakan latar belakang maupun profesi.
"Saya memegang motto Anak Medan, modal pergaulan. Saya bergaul kepada semua lapisan, mulai dari tukang botot, tukang parkir, tukang sapu jalanan, semua kita kawani," ungkapnya.
Karena itu, ia merasa heran apabila dikaitkan dengan dugaan pengondisian untuk satu penerbit tertentu.
"Makanya saya heran kok dibilang saya ikut untuk kondisian satu penerbit. Ini perlu diluruskan," tegasnya.
Menurut Nardi, dirinya berteman dengan siapa saja, termasuk pihak dari berbagai penerbit, namun hal tersebut tidak dapat diartikan sebagai bentuk keberpihakan atau memiliki peran dalam proses pengadaan buku.

"Semua penerbit yang mau berteman pasti kita kawani. Jadi jangan dibilang saya berteman hanya untuk satu penerbit, apalagi punya andil," ujarnya.
Ia kembali menegaskan bahwa dirinya tidak pernah memiliki keterlibatan dalam pengondisian pengadaan buku untuk penerbit mana pun.
"Saya tidak pernah punya andil untuk satu penerbit," tegasnya.
Nardi juga menyatakan kesiapannya untuk bertemu langsung dengan wartawan guna memberikan penjelasan secara terbuka terkait persoalan tersebut.

Sebelumnya, beredar informasi mengenai dugaan adanya pengondisian dalam pengadaan buku di SD Negeri Kota Medan melalui mekanisme penyusunan RKAS. Red

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Administrator
Sumber
:
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Lembaga Pemerhati Anti Korupsi Sumut Minta APH Usut Dugaan Korupsi dan Gratifikasi Pengadaan Buku di Disdik Medan

Lembaga Pemerhati Anti Korupsi Sumut Minta APH Usut Dugaan Korupsi dan Gratifikasi Pengadaan Buku di Disdik Medan

Dikonfirmasi Soal Dugaan Pengondisian Pembelian Buku, Kadisdik Medan Barli Nasution Bungkam

Dikonfirmasi Soal Dugaan Pengondisian Pembelian Buku, Kadisdik Medan Barli Nasution Bungkam

Lewat Buku, Giovani Berbagi Ilmu dan Pengalaman Sebagai APH Kejaksaan, 2 Buku Berhasil Diterbitkan

Lewat Buku, Giovani Berbagi Ilmu dan Pengalaman Sebagai APH Kejaksaan, 2 Buku Berhasil Diterbitkan

Didorong Penulis Buku 100 KBI, Gerakan Koperasi Medan Siap Bentuk Asosiasi

Didorong Penulis Buku 100 KBI, Gerakan Koperasi Medan Siap Bentuk Asosiasi

Pj Sekdaprov Sumut Effendy Pohan Harapkan Buku ‘100 Tokoh Melayu Nusantara’ Mendorong Lahirnya Cendekiawan Baru

Pj Sekdaprov Sumut Effendy Pohan Harapkan Buku ‘100 Tokoh Melayu Nusantara’ Mendorong Lahirnya Cendekiawan Baru

Ketua MPR RI Bamsoet Apresiasi Diluncurkannya Buku 'Kepedihan Berubah Senayan' Karya Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar Darul Siska

Ketua MPR RI Bamsoet Apresiasi Diluncurkannya Buku 'Kepedihan Berubah Senayan' Karya Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar Darul Siska

Komentar
Berita Terbaru