BLITAR, Garda.id
Staf Khusus Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Bidang Komunikasi dan Media, Ir. Abdullah Rasyid, M.E., melaksanakan ziarah ke makam Proklamator Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus Presiden pertama RI, Ir. Soekarno, di Kota Blitar, Jawa Timur, kemarin.
Di hadapan pusara Bung Karno, Abdullah Rasyid menundukkan kepala, memanjatkan doa, dan menaburkan bunga sebagai bentuk penghormatan kepada tokoh bangsa yang dikenal sebagai penyambung lidah rakyat.
Menurutnya, ziarah tersebut bukan sekadar rangkaian seremonial, melainkan momentum untuk merefleksikan kembali nilai-nilai perjuangan yang diwariskan Bung Karno kepada seluruh anak bangsa.
"Kemerdekaan Indonesia lahir dari pengorbanan, keberanian, dan keyakinan yang tidak pernah tunduk kepada penjajahan. Nilai-nilai itulah yang harus terus dijaga oleh generasi penerus," ujar Abdullah Rasyid.
Ia mengatakan, pesan Bung Karno mengenai persatuan, kedaulatan, dan keberpihakan kepada rakyat tetap relevan di tengah berbagai tantangan yang dihadapi bangsa saat ini.
"Indonesia tidak boleh kehilangan cita-cita besarnya, yakni menjadi bangsa yang merdeka secara politik, berdikari dalam ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan," katanya.
Dalam kesempatan itu, Abdullah Rasyid juga memanjatkan doa agar Allah SWT menerima seluruh amal perjuangan Bung Karno, mengampuni segala kekhilafannya, serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya.
Ia menegaskan, tugas generasi saat ini bukan hanya mengenang nama besar Sang Proklamator, tetapi juga meneruskan semangat perjuangannya dengan menjaga persatuan, membela kepentingan rakyat, dan memperkuat kedaulatan Indonesia.
"Mari kita pegang teguh pesan Bung Karno, Jas Merah—jangan sekali-kali melupakan sejarah. Sebab, sejarah adalah fondasi untuk membangun masa depan bangsa yang lebih kuat," tutupnya.
(Red)