PEKANBARU — Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru menggelar peringatan
Maulid Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam 1448 Hijriah/2026 Masehi, Jumat (28/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.00 WIB hingga 10.30 WIB tersebut mengangkat tema "Dengan
Maulid Nabi, Kita Teladani Akhlak Nabi dalam Kehidupan Rumah Tangga."
Peringatan
Maulid tidak sekadar menjadi agenda keagamaan, tetapi juga menjadi momentum bagi keluarga besar PN Pekanbaru untuk kembali mengingat dan meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam membangun keluarga yang harmonis, penuh kasih sayang, dan berlandaskan nilai-nilai agama.
Asraruddin Anwar saat ditemui Tim Media Online Mataseber mengatakan, tema yang diangkat pada peringatan
Maulid tahun ini memiliki pesan penting agar keteladanan Rasulullah SAW dapat diterapkan dalam kehidupan, terutama di lingkungan keluarga.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan oleh Amelia selaku pembawa acara (MC), dilanjutkan dengan pembacaan lafaz basmalah.
Suasana kemudian dilanjutkan dengan lantunan ayat suci Al-Qur'an yang dibacakan Ny. Sri Afdhila Asra, SH., MH selaku qariah. Ia membacakan Surat Al-Ahzab ayat 21-22, yang kemudian dilanjutkan dengan sari tilawah oleh Regi Syafitri.
Setelah itu, Wakil Ketua PN Pekanbaru, Delta Tamtama, SH., MH, menyampaikan sambutan.
Dalam sambutannya, Delta Tamtama mengingatkan bahwa tidak semua negara memiliki tradisi memperingati
Maulid Nabi Muhammad SAW.
Menurutnya, momentum
Maulid semestinya tidak berhenti pada kegiatan seremonial, melainkan menjadi kesempatan untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW dan menjadikan Nabi Muhammad sebagai role model dalam kehidupan.
"Tidak semua negara mengadakan
Maulid Nabi. Kita memperingati
Maulid Nabi untuk meneladani akhlak Nabi dan menjadikan Nabi Muhammad sebagai role model," ujarnya.
Usai sambutan Wakil Ketua PN Pekanbaru, kegiatan dilanjutkan dengan tausiah yang disampaikan Al-Ustadz Rusydi, S.Pd.I., M.Pd.
Dalam tausyiahnya, Rusydi mengingatkan bahwa manusia diciptakan Allah SWT sebagai khalifah di muka bumi. Sebagai khalifah, manusia diberikan berbagai bentuk rezeki yang harus disyukuri sekaligus dipergunakan dengan sebaik-baiknya.
Mengutip pandangan Imam Sya'rawi, Ustadz Rusydi menjelaskan terdapat empat tingkatan rezeki yang diterima manusia.
Pertama, harta, yang disebut sebagai rezeki dengan tingkatan paling rendah.
Kedua, kesehatan, yang merupakan rezeki dengan nilai yang lebih tinggi.
Ketiga, anak yang saleh dan salehah, sebagai salah satu rezeki utama dalam kehidupan keluarga.
Keempat, ridha Allah SWT, yang merupakan rezeki paling sempurna.
Pesan tersebut menjadi refleksi bagi seluruh peserta bahwa ukuran kebahagiaan hidup tidak semata-mata ditentukan oleh banyaknya harta. Kesehatan, keluarga yang baik, serta memperoleh ridha Allah SWT merupakan nikmat yang jauh lebih bernilai.
Setelah tausiah, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif. Acara kemudian ditutup dengan doa.
Kebersamaan keluarga besar PN Pekanbaru semakin terasa saat seluruh peserta mengikuti sesi foto bersama dan dilanjutkan dengan sarapan bersama menikmati lontong pecal khas Sukajadi.
Peringatan
Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di PN Pekanbaru tersebut diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan tahunan, tetapi mampu memberikan penguatan nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW bagi seluruh keluarga besar PN Pekanbaru, baik dalam menjalankan tugas maupun dalam kehidupan keluarga dan bermasyarakat.
Dengan demikian, semangat
Maulid Nabi dapat benar-benar diwujudkan dalam perilaku sehari-hari: menjaga akhlak, amanah dalam menjalankan tugas, menghormati sesama, serta membangun keluarga yang berlandaskan kasih sayang dan nilai-nilai keislaman.rel