Kamis, 05 November 2026

Protes SK Baru BGN, Mitra MBG Priangan Timur Tempuh Jalur Audiensi ke DPR

Administrator
Kamis, 05 November 2026 09:54 WIB
Protes SK Baru BGN, Mitra MBG Priangan Timur Tempuh Jalur Audiensi ke DPR
Ist
TASIKMALAYA.- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diinisiasi oleh pemerintah pusat sejatinya membawa harapan besar bagi peningkatan gizi anak-anak Indonesia.

Namun, di balik mulianya niat tersebut, riak-riak kekhawatiran kini tengah bergejolak di tingkat akar rumput.

Puluhan mitra program MBG di wilayah Priangan Timur harus berkumpul guna menyamakan persepsi dan menyuarakan kegelisahan mendalam menyusul terbitnya regulasi baru yang dinilai memberatkan.

​Pertemuan penting yang digelar di Sunny Cafe & Resto, Jalan Letjen Mashudi, Kota Tasikmalaya, pada Rabu (4/11/2026) ini menjadi wadah curahan hati para pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Mereka menyoroti peralihan Surat Keputusan (SK) dari nomor 63539 menjadi SK 63551 yang dikeluarkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN).

​Perubahan Skema yang Memicu Defisit Fantastis

​Pemicu utama keresahan para mitra adalah perubahan skema pembayaran yang drastis. Jika sebelumnya menggunakan tarif harian tetap sebesar Rp 6 juta, kini BGN memberlakukan skema insentif pengelola dapur sebesar Rp 2.000 per penerima manfaat.

​Perubahan ini bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan ancaman nyata bagi operasional dapur di lapangan. Para mitra mengkalkulasikan bahwa kebijakan ini memaksa mereka mengalami defisit operasional hingga Rp 80 juta per bulan, atau menembus angka Rp 1 miliar dalam setahun. Belum lagi beban biaya kendaraan operasional yang sebelumnya ditanggung anggaran kini dialihkan sepenuhnya kepada pihak mitra.

​"Ini menjadi dilema bagi kami mitra SPPG yang harus mengurangi jumlah relawan tanpa alasan yang jelas. Padahal mereka sangat bergantung pada dapur SPPG untuk bertahan hidup," kata salah satu Mitra MBG Kota Tasikmalaya Badai.

​Sisi Lain Kebijakan: Ancaman Pengangguran Baru di Daerah

​Dampak dari defisit operasional ini memaksa para pengelola mengambil keputusan pahit, merampingkan jumlah relawan dapur. Padahal, sejak awal program ini bergulir, para relawan telah berjibaku mencurahkan tenaga demi menyukseskan pemenuhan gizi anak-anak di daerah.

​Hal senada turut dikeluhkan oleh Nandang Makmur, mitra SPPG Suksasenang, Kabupaten Tasikmalaya. Ia menyoroti bagaimana kebijakan baru ini secara tidak langsung berpotensi melahirkan gelombang pengangguran baru di tingkat lokal.

​"Ya, ini akan menambah jumlah pengangguran baru karena semua mitra SPPG terpaksa harus mengeluarkan sebagian relawannya," ujarnya.
​
Harapan kepada Pemerintah: Evaluasi dan Asuransi Lapangan

​Meski dihadapkan pada dilema berat, para mitra SPPG tetap menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Presiden Prabowo Subianto atas gagasan mulia program MBG, serta kepada Kepala BGN Sudaryono.
​Robi Tamzil, mitra SPPG Ciamis, mewakili rekan-rekannya memohon agar pimpinan BGN berkenan mengkaji ulang regulasi tersebut agar selaras dengan realitas di daerah.

​"Kami berharap pihak BGN bisa turun langsung melakukan asistensi ke mitra-mitra SPPG untuk mengecek secara langsung kondisi di lapangan, agar paham bagaimana pengelolaan dapur SPPG yang sebenarnya, tidak hanya menerima laporan dari pihak mitra saja," ujar Robi.

Ia juga mendesak agar petunjuk teknis (junkis) segera direvisi demi mengakhiri kebingungan di tingkat bawah.
​
Menempuh Jalur Konstitusional: Siap Duduk Bersama di Senayan

​Alih-alih memilih jalan demonstrasi yang menguras energi, para mitra memilih jalur audiensi yang bermartabat. Koordinator Mitra SPPG, Ucu Supriatna (yang akrab disapa Abah Ucu), menegaskan bahwa pihaknya telah melayangkan surat resmi kepada Komisi IX DPR RI dan dijadwalkan akan diterima pada 16 November 2026.
​
Dalam agenda tersebut, para mitra berharap Komisi IX dapat menghadirkan Kepala BGN secara langsung guna berdialog secara terbuka mengenai arah masa depan program MBG.

​"Kita bukan demo, kalau demo capek menguras energi. Kalau kita audiensi dan berdiskusi, sebetulnya MBG ini mau dibawa ke mana," kataAbah Ucu.
​
Abah Ucu menutup dengan pesan kuat bahwa di balik berbagai tantangan yang ada, masyarakat di daerah sesungguhnya sangat merasakan dampak positif dari program MBG. Oleh karena itu, ia meminta para pembuat kebijakan di BGN untuk mendengar aspirasi dari bawah demi kebaikan bersama dan keberlanjutan program mulia ini.rel

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Sumber
:
SHARE:
Tags
Mbg
Berita Terkait
Segel Foodtray Jadi Benteng Terakhir MBG, Hanief Palopo: Jangan Beri Celah Makanan Diracun!

Segel Foodtray Jadi Benteng Terakhir MBG, Hanief Palopo: Jangan Beri Celah Makanan Diracun!

MBG di Medan Disorot Usai 17 Siswa Dilarikan ke Rumah Sakit, PDI Perjuangan Minta Tanggung Jawab

MBG di Medan Disorot Usai 17 Siswa Dilarikan ke Rumah Sakit, PDI Perjuangan Minta Tanggung Jawab

Usai Karo, PDI Perjuangan Sumut Lanjutkan Pemberian Tali Asih untuk Siswa Terdampak MBG di Kisaran

Usai Karo, PDI Perjuangan Sumut Lanjutkan Pemberian Tali Asih untuk Siswa Terdampak MBG di Kisaran

DPD PDI Perjuangan Sumut Desak Penanganan Cepat Siswa MTsN 2 Kisaran, Jangan Ulangi Kasus Karo

DPD PDI Perjuangan Sumut Desak Penanganan Cepat Siswa MTsN 2 Kisaran, Jangan Ulangi Kasus Karo

Kornas KAMAK Azmi Hadly Desak APH Usut Tuntas Dugaan Keracunan MBG di Karo

Kornas KAMAK Azmi Hadly Desak APH Usut Tuntas Dugaan Keracunan MBG di Karo

Demo JIPI Guncang Kantor MBG Sumut, Soroti Dugaan Pelanggaran Sanitasi dan Pengelolaan Limbah

Demo JIPI Guncang Kantor MBG Sumut, Soroti Dugaan Pelanggaran Sanitasi dan Pengelolaan Limbah

Komentar
Berita Terbaru