MEDAN | Halomedan.com
Kabar gembira bagi atlet
Taekwondo Indonesia. Pengurus Besar
Taekwondo Indonesia (PBTI) resmi membebaskan biaya pendaftaran (registration fee) bagi seluruh atlet Indonesia yang akan berlaga pada 8th Asian
Taekwondo Indonesia Open Championships (G2) Tahun 2026 yang digelar di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, pada 1–5 Agustus 2026.Ketua Umum Pengda
Taekwondo Indonesia Sumatera Utara, H. Hamdani Syaputra, SE, didampingi Sekretaris Tulus Ardiansyah, mengatakan kebijakan tersebut merupakan bentuk dukungan PBTI untuk memberikan kesempatan yang lebih luas kepada atlet Indonesia tampil pada kejuaraan internasional.
"Seluruh atlet Indonesia yang didaftarkan melalui Pengurus Provinsi maupun Pengurus Cabang
Taekwondo Indonesia dibebaskan dari biaya pendaftaran," ujar Hamdani kepada wartawan di Medan, kemarin.
Meski demikian, seluruh atlet dan ofisial tetap diwajibkan memiliki lisensi World
Taekwondo (WT) yang masih berlaku. Atlet harus memiliki Global Athlete License (GAL), sedangkan pelatih maupun ofisial wajib memiliki Global Official License (GOL).
Bagi atlet yang belum memiliki GAL, pengurusannya dapat dilakukan melalui Sekretariat PBTI dengan biaya sebesar USD 40 atau sekitar Rp750 ribu per atlet.
Hamdani menjelaskan, pendaftaran peserta dilakukan melalui sistem Simply WT GMS dan akan ditutup pada 25 Juli 2026. Sementara batas akhir pengurusan lisensi GAL maupun GOL ditetapkan hingga 17 Juli 2026.
Ia berharap informasi tersebut segera diteruskan kepada seluruh Pengurus Cabang, klub, pelatih, dan atlet di Sumatera Utara agar proses pendaftaran dapat diselesaikan tepat waktu.
"Ini merupakan peluang yang sangat baik bagi atlet Indonesia, khususnya Sumatera Utara, untuk mengasah kemampuan sekaligus menambah pengalaman bertanding di level internasional," tutup Hamdani.red
Baca Juga: