Soal Politik Identitas Pilkada Medan, Ini Kata Ketua KNPI Sumut Syamsir Pohan
MEDAN I Sumut24.co
Politik identitas yang kerap terjadai dalam pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) menjadi ancaman keras bagi persatuan bangsa.
Secara khusus yang baru muncul pada Pilkada Kota Medan. Pola, memecah-belah umat, menjual agama serta hasut-menghasut demi syahwat kekuasaan adalah perilaku tidak terpuji.
“Perilaku segelintir oknum yang terindikasi menghasut ulama dengan masyarakat di Pilkada Medan, menunjukkan Politik identitas yang terkesan menjadi unsur utama dalam kontestasi politik.Secara nyata itu sebuah ancaman bagi Negara”Ujar Ketua KNPI Sumut Samsir Pohan, Selasa (1/12/2020) di Medan.
Menurut Samsir yang juga mantan Ketua Badko Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Sumatera Utara (Sumut), menyayangkan oknum yang haus syahwat politik tersebut,secara sadar juga memecah-belah umat yang se-agama.
“Miris rasanya, memecah-belah umat sudah tak laku lagi. Sekarang ini zamannya kolaborasi. Warga kota Medan juga sudah tak mempan dihasut dengan yang begitu” tegas Samsir.
Silaturahmi dan keutuhan umat , lanjut Samsir yang juga alumni Pesantren Nurul Hakim Tembung tersebut berpendapat, bahwa masyarakat sesama umat muslim, tak boleh terpecah akibat beda pilihan dan pandangan dengan hasutan segelintir oknum tersebut.
Strategi memecah-belah umat dan menjual agama, dinilainya sebagai langkah yang dangkal.
Baca Juga:
“Pilkada Medan, kedua paslon sama-sama umat beragama Muslim. Apa pun dinamika dan pertengkaran politik yang terjadi, Umat jangan dipecah belah. Penghasut dan pemecah-belah ini kalut serta dangkal pikir,”Tegas Samsir.
Harusnya,kata Samsir sebelum mengakhiri, kontestan bisa menjual program kerja yang konkret dengan cara simpatik dan bertanggung jawab.
Bukan mencuri kesempatan dari mimbar dakwah di masjid-masjid. Umat lebih butuh penyampaian yang sejuk dan damai, apa adanya.
“Kalau dukungan memang tak naik lagi, ya evaluasi diri. Sadari bahwa itu akibat ketidakpuasan masyarakat pada saat sebelumnya dipercaya memimpin kota Medan. Politik identitas selain menjadi ancaman serta memecah belah umat , juga tak berkah.”, Pungkas Samsir.(red)