Pilkada Sergai , Pertarungan Gengsi Dan Kehormatan
Catatan :H.Eddy Azwar .
Hanya menunggu hitungan hari saja , pemungutan suara pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah di tanah bertuah negri beradat kabupaten Serdang Bedagai akan berlangsung , seiring dengan 23 kabupaten/kota yang menyelenggarakan Pilkada serentak di Sumatera Utara.
Hanya hitungan jam saja , bupati dan wakil bupati kabupaten Sergai terpilih hasil pemungutan suara , akan kita ketahui bersama , walaupun masih bersifat sementara , menunggu hasil rekapitulasi penghitungan suara sekaligus penetapan pasangan terpilih oleh KPU Sergai.
Sekuat dan setegar apapun para pasangan calon , yang namanya manusia , getaran jantung tidaklah berdebar normal , perasaan hatipun semakin gundah gulana , alam pikiran akan terbawa rendong hasrat hati , kemana diri akan bersandar?
Walaupun Pilkada dalam konteks pemerintahan lazim disebut ” Pesta Demokrasi ” , tapi biarkanlah masyarakat menapsirkannya sebagai sebuah pertarungan politik . dan Pilkada Sergei adalah sebuah pesta demokrasi tetapi sekaligus bermakna sebagai pertarungan Gengsi dan Kehormatan . dan setiap pasangan hampir dipastikan memiliki hasrat ingin menang , dan memang harus ada yang menang , namun sayangnya pemenangnya hanya satu pasangan.
Pertarungan Gengsi Dan Kehormatan pada Pilkada Sergei memiliki daya tarik tersendiri untuk kita ikuti , sebab : pertama , Soekirman adalah bupati petahana yang kembali mencalonkan diri sebagai bupati . Sementara Darma Wijaya adalah wakil bupati petahana yang kini mencalonkan diri calon bupati bersaing dengan Soekirman . Dari segi psikologis politik , tentulah Soekirman tidak akan mau kalah sebaliknya Darma Wijaya akan berusaha menang dari Soekirman , karena perceraian politik mereka.
Kedua , Soekirman selain petahana juga telah banyak berbuat untuk pembangunan Sergai saat menjadi wakil bupati di era Tengku Ery Nuradi. Dari sisi ini jelas kelihatan nafsu politik Soekirman ingin kembali memimpin Sergei. Sementara Darma Wijaya , nafsu politik sebagai wakil bupati telah pudar dan yang lebih menonjol adalah nafsu politik sebagai bupati . inilah yang dimaknai sebagai pertarungan Gengsi dan kehormatan . Lebih menarik lagi adalah figur calon wakil bupati dari masing-masing
Paslon bupati selain masih muda , enerjik dan masing – masing punya dukungan finansial yang cukup kuat dari orang tua mereka .
Siapa yang tidak kenal dengan calon wakil bupati Tengku Rian Novandi? , Beliau adalah putra Tengku Ery Nuradi , mantan bupati Sergai dua periode dan mantan gubernur Sumatera Utara . Sementara Adlin Umar Yusri Tambunan calon wakil bupati yang berpasangan dengan Darma Wijaya ,adalah mantan anggota DPRD Medan dan putra Ashari Tambunan yang saat ini menjabat Bupati Deli Serdang periode kedua . Dalam konteks ini Gengsi dan Kehormatan orang tua mereka secara langsung atau tidak langsung akan ikut menjadi taruhannya
Mulai dari pra pendaftaran , masa pendaftaran serta pasca pendaftaran hingga masa kampanye , aroma pertarungan Gengsi dan Kehormatan telah mewarnai pada setiap tahapan . Soekirman Rian ( Beriman Trendi ) dengan sisa jam yang ada tak boleh lengah , demikian pula pasangan Dambaan harus pula siaga . Darma Wijaya pasti akan menggunakan berbagai kekuatan masyarakat , dan bukan tidak mungkin pula memanfaatkan jaringan struktur yang melekat dengan dirinya sebagai wakil bupati . Demikian pula Adlin Umar Yusri Tambunan , walau bukan penduduk Sergei , selain partai pengusung , ormas pendukung terutama warga Nahdiyin , akan bekerja ekstra , termasuk para PNS yang dulunya memiliki hubungan emosional kuat dengan keluarga besar Alm.Amri Tambunan/Ashari Tambunan sebelum Deli Serdang dimekarkan. Sukirman harus meningkatkan kewaspadaan , gunakan segenap potensi yang selama ini dimiliki dan dibina . Loyalitas dan kesetiaan para pendukung termasuk PNS yang telah menikmati jasa baik Soekirman tidaklah berarti apa-apa tanpa rasa kasih dan sayang. Dan kekuatan ini tidak akan lengkap tanpa dukungan oleh Tengku Ery Nuradi orang tua Rian Novandi , jika tidak ingin gengsi dan kehormatannya terhampas badai Pilkada 9 Desember 2020
Baca Juga:
Mungkinkah pasangan Dambaan akan mendapat dukungan masyarakat Sergei? , Atau apakah Ridho ALLAH SWT masih menyertai pasangan Beriaman Trendi di tanah bertuah negeri beradat? mungkinkah nama besar Soekirman dan Tengku Rian akan menjadi kenangan masa lalu masyarakat ibarat lirik lagu Desember Kelabu atau aku masih seperti yang dulu, apakah no urut paslon Wiwik Adlin benar – benar terwujud menjadi kenyataan? , Atau berubah ibarat lirik lagu jangan salahkan siapa – siapa . Selamat Berjuang. (***)