Wilayah Kerja PT SMGP Sudah Aman, Bersih dari Gas H2S
PANYABUNGAN I Halomedan.co
Pasca terjadinya insiden yang terjadinya di Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) PT Sorik Marapi Geothermal Power (PT SMGP) terus menindak-lanjuti penyelesaian masalah yang timbul dari musibah yang terjadi pada tanggal 25 Januari 2021 lalu sewaktu perusahaan melakukan uji coba pengoperasian salah satu sumur uap panas bumi.
Eddiyanto Kepala Teknik Panas Bumi PT SMGP melalui pers rilisnya, Rabu (17/02/2021) mengatakan bahwa mereka telah melaksanakan pemasangan dan sudah difungsikan enam yunit alat detector H2S untuk mendeteksi daerah batas aman untuk manusia pada saat timbulnya gas H2S.
Dijelaskan Eddiyanto bahwa alat detektor ini akan otomatis menyala dan mengeluarkan suara sirene tanda bahaya jika mendeteksi gas H2S yang melebihi ambang batas aman kesehatan. Penentuan enam titik alat detektor berdasarkan arah angin dan daerah yang berpotensi terpapar gas H2S juga berdasarkan arahan Dinas Lingkungan Hidup dan Kesehatan Masyarakat Kabupaten Mandailing Natal.
“Pada dasarnya pemasangan alat detektor adalah untuk menjamin keselamatan warga, oleh sebab itu dipastikan kadar H2S pun dipantau setiap hari,” ujar Eddiyanto.
Setelah musibah terjadi, semua operasional PT Sorik Marapi Geothermal Power (SMGP) dihentikan sehingga tidak ada sumur-sumur yang dibuka ataupun kegiatan proyek yang berjalan hingga saat ini. Hampir dapat dipastikan dampak H2S di lokasi sudah tidak ada lagi. Hal ini sesuai dengan Berita Acara Verifikasi pada tanggal 2 Februari 2021 oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang didampingi Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Mandailing Natal.
Dikuatkan dengan keadaan setelah musibah terjadi, para petugas baik dari Kepolisian Provinsi Sumatera Utara, Kodam 1/BB mapun Satuan Brimob yang melaksanakan tugasnya selama ini tidak menerima keluhan apapun masalah kesehatan warga. Oleh sebab itu di lingkungan sekitar Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) PT Sorik Marapi Geothermal Power (SMGP) sudah aman, bersih dari gas H2S dan masyarakat sudah bisa beraktifiktas seperti sediakala.
Selain memasang alat detektor gas H2S, Eddiyanto juga mengatakan bahwa pihaknya juga melengkapi dukungan kesehatan masyarakat tersebut, yakni paket kesehatan untuk 11 posyandu di 11 desa di Kecamatan Puncak Sorik Marapi sudah diserah-terimakan kepada Camat Puncak Sorik Marapi, Akhiruddin yaitu masing-masing 1 tabung oksigen ukurang 1m kubik dan 50 botol multivitamin selanjutnya Camat Puncak Sorik Marapi menyerahkannya kepada 11 pos yandu tersebut yaitu
1. Posyandu Dahlia – Desa Purba Julu
2. Posyandu Flamboyan – Desa Sibanggor Jae
3. Posyandu Cempaka – Desa Sibanggor Tonga
4. Posyandu Seroja – Desa Sibanggor Julu
5. Posyandu Kemuning – Desa Huta Lombang
6. Posyandu Melati – Desa Huta Baru
7. Posyandu Mawar – Desa Handel
8. Posyandu Lily – Desa Huta Tinggi
9. Posyandu Anggrek – Desa Huta Namale
10. Posyandu Kamboja – Desa Huta Baringin Jae
11. Posyandu Ros – Desa Huta Baringin Julu.(rel)
Baca Juga: