DELISERDANG I Halomedan.co
Adanya mediasi pihak kecamatan beringin dengan para pengusaha cafe bantaran sungai ular, terus menjadi perbincangan masyarakat khususnya masyarakat kecamatan beringin.
Menurut informasi yang didapat, bahwa keberadaan cafe bantaran sungai ular jauh dari pemukiman penduduk, karena keberadaanya dipinggir sungai ular sehingga tidak begitu mengganggu aktifitas masyarakat. apalagi keberadaan cafe tersebut sangat membantu kepada pemerintah khususnya BWSS II Sumut, karena bantaran sungai itu menjadi bersih serta tidak menyeramkan, ditambah lagi keamanan diwilayah tersebut terjaga dengan baik dan kondusif.
Dalam mediasi itu pengusaha cafe bantaran sungai ular mencurahkan hatinya soal penolakan oleh masyarakat. sementara ada pihak-pihak atau oknum lain yang ingin menguasai lahan bantaran sungai ular itu untuk bercocok tanam danĀ lain sebagainya. sehingga masyarakat agar bijaksana jangan mau di provokasi dengan tujuan tertentu demi keuntungan oknum-oknum tersebut.
” kami bekerja di cafe itu hanya untuk bertahan hidup sejengkal perutĀ kami, bukan untuk kaya, kalau cafe itu tutup bagaimana dengan nasib anak-anak kami, apa ada yang menanggungnya, ucap janda tiga anak itu. “sebenarnya kami pun tak mau bekerja begini pak, tapi sudah menjadi tuntutan hidup kami pak agar dapat bertahan hidup untuk memberi makan ibu dan anak kami, ucap Pipit.
“tolonglah pak kasihanilah kami, anak kami perlu makan dan sekolah. sementara ini jaman pandemi ekonomi kami sudah morat-marit kadang makan dan kadang tidak makan, ungkapnya.
Sampai saat ini keberadaan cafe bantaran sungai ular masih tutup, karena pemilik cafe takut disweeping oleh masyarakat atas oknum-oknum yang ingin menguasai lahan bantaran sungai ular tersebut.w03