Proyek Pebuatan Irigasi Di Bah Liran Diragukan Kualitasnya, Baru Selesai di Kerjakan Sudah Rusak
Simalungun | Halomedan.co
Proyek pembuatan irigasi di Dinas ( PSDA) Pengelolaan Sumber daya air dan Penataan ruang yang dipimpin oleh Jamahin .Purba selaku kepala dinas sepertinya kurang mengawasi proyek di lapangan kegiatan bangunan jaringan irigasi yang berada di Nagori Bah liran, Kecamatan Panei yang mengalami kerusakan yang baru saja selesai dikerjakan.suda Rusak kembali
CV.Artama Abadi selaku rekanan dengan pagu anggaran Rp 379 juta yang beralamat di Jalan bunga terompet, komplek permata setia budi, Medan, di saat mengerjakan proyek jaringan irigasi yang menyebabkan keretakan juga membuat kerugian bagi masyarakat setempat.
Dalam pengerjaan, rekanan memamfaatkan pasir dari saluran irigasi, diduga metode Pelaksanaan pekerjaanya tidak sesuai spesifikasi teknis dan spesifikasi umum. dan campuran semen dengan pasir memakai air lumpur bukan air yang bersih sesuai ketentuan yang dipersyaratkan untuk menjamin kualitas umur bangunan irigasi sesuai yang direncanakan.
“Nanti disuruh diperbaiki bg,” ucap A.Damanik, selaku Pejabat Pembuat Komitmen saat ditanyai melalui Whatsapp, Kamis,(31/8).

Disinggung adanya tambal sulam adanya bangunan lama tidak di bongkar, sang PPK akan meninjau kembali ke lokasi. “Nanti kita lihat lagi bg,”balasnya kembali.
R.Girsang selaku Pengamat Pembangunan dan lingkungan menanggapi hal ini mengatakan, bila jaringan irigasi dilakukan rehab terjadi kerusakan yang baru dikerjakan, dinas terkaid harus tanggap dengan cepat.
“Ini namanya perbuatan curang, masyarakat setempat yang dirugikan, kedepannya rekanan tidak perlu di ikut sertakan lagi,”ujarnya.
Baca Juga:
Diapun mencurigai adanya kerusakan proyek tersebut, akibat dari hasil lelang tender turun mencapai 20 persen dari hasil penawaran.(ES)