Kinerja Polri Lagi Sorotan, Tetapi Peran Polri Masih di Butuhkan Masyarakat
Padang Sidempuan, Halomedan.co
Memang saat ini kinerja Polri lagi sorotan dan perbincangan ditengah – tengah masyarakat, apalagi dengan adanya kasus pembunuhan Brigadir J yang melibatkan Jenderal bintang dua berinisial FS dan istri PC dan begitu juga melibatkan sederetan personel Polri lainnya.
Atas kejadian ini ditambah lagi kasus yang baru melibatkan perwira Polri yakni Jenderal bintang dua merupakan mantan Kapolda Sumatera Barat berinisial TM dengan kasus dugaan peredaran narkoba yang juga melibatkan peran oknum Polri lainnya.
Yang jadi pertanyaan, bagaimana kepercayaan masyarakat lagi terhadap Polri dan bagaimana kalau Polri tidak ada ditengah – tengah masyarakat.
Hal ini terlihat saat Polres Padang Sidempuan gelar Diskusi Publik dengan tema “Antara Penegakan Hukum dan Viral di Media Sosial Untuk Mwngembalikan Kepercayaan Publik Kepada Polri bertempat di Aula Mapolres Padang Sidempuan, Senin ( 17 /10 ).
Selaku narasumber turut dihadiri, Ketua jaringan Masyarakat Pemantau Kepolisian ( Jampi ) Sumut Zakaria Rambe,SH, Ketua PKNU Sumut Aulia Andri, M.Si, dan jurnalis Tribun Medan Sofyan Akbar.
Selain itu, acara Diskusi Publik ini juga dihadiri Kapolres Padang Sidempuan AKBP Dwi Prasetyo Wibowo, S.Ik yang diwakili Wakapolres Kompol Dr. Muhammad Firdaus, S.Ik.MH, Ketua PC. NU Kota Padang Sidempuan Musbahuddin, Akademis Dosen UMTS Dedi Suhendra, Praktisi Hukum Armin Sulaiman, SH.
Pimpinan Organisasi Kemahasiswaan yang tergabung Cipayung Plus, diantaranya dari HMI Anwar Halim Siregar, PMII Henni Marito Siregar, KAMMI Dino Andika, PC.GMNI Fikri Haikal, IMM Arfendri Saputra dan Tobat Wahyudi, HIMMAH Mara Husain Nasution, GMKI Agus Parlindungan, Wakil Sekretaris PC. NU Padang Sidempuan Ali Akbar Siregar, para Kasat, Kapolsek dan PJU Polres Padang Sidempuan dan jurnalis.
Baca Juga:
Kapolres Padang Sidempuan AKBP. Dwi Prasetyo Wibowo, SIK, diwakili Waka Polres Kompol. Dr. Muhammad Firdaus, SIK, MH, dalam sambutannya mengucapkan terimakasih kepada tamu undangan yang berkenan hadir dalam acara ini. Ia juga menyampaikan ucapan permohonan maaf atas ketidakhadiran Bapak Kapolres Padang Sidempuan dikarenakan masih ada tugas di Jakarta.
” Atas nama pimpinan, saya sangat berterima kasih yang setinggi-tingginya kepada Organisasi Kemahasiswan dan awak media yang telah hadir untuk melakukan diskusi ini. Dengan adanya diskusi ini, pasti ada ide-ide dan masukan dari adek-adek Mahasiswa, wartawan untuk Polres Padang Sidempuan, ” ujar Kompol Firdaus.
Waka Polres menuturkan, tugas menjaga keamanan Kamtibmas bukan hanya tugas kepolisian saja namun itu tugas kita bersama, apalagi tidak sebandingnya jumlah personil polisi dengan masyarakat sehingga dibutuhkan peran serta komponen masyarakat untuk membantu menjaga Kamtibmas.
“Saat ini Bapak Kapolres Padang Sidempuan fokus untuk memberantas Narkoba dan perjudian di Kota Padang Sidempuan ini, maka dari itu kita sama sama membantu program Bapak Kapolres, dalam menjalankan tugas untuk menciptakan marwah dan meningkatkan kepercayaan publik kepada Polri, ” Ucap Firdaus.
Sementara Perwakilan Cipayung Plus Kota Padang Sidempuan diwakili oleh Ketua PC HMI Anwar Halim Siregar menyampaikan, Cipayung Plus Kota Padang Sidempuan mendukung dan mengapresiasi kegiatan ini dan kedepan kegiatan diskusi bersama akan terus berlanjut di kemudian hari.
Sedangkan Ketua NU Kota Padang Sidempuan Misbahuddin menyambut baik dan apresiasi atas kegiatan ini, dimana kita ketahui belakangan ini berita yang viral sangat memprihatinkan, sehingga menjatuhkan wibawa Polri di tengah masyarakat.
Dalam paparannya, narasumber Ketua PKNU Sumut Aulia Andri, M.Si, menyampaikan komitmennya agar kegiatan ini dilaksanakan untuk merangkul adik-adik dari Cipayung Plus dalam hal kegiatan diskusi publik dan membahas bersama terkait citra Polri yang lagi viral saat ini.
Narasumber lain yakni Ketua JAMPI Sumut Zakaria Rambe, SH, mengatakan, fenomena ruang digital di jaman ini mengarah kepada kepolisian, dimana sama-sama kita ketahui berita yang viral saat ini seperti kasus Irjend FS, kasus Kanjuruhan dan Irjend TM, yang sebenarnya kejadian ini dilakukan oleh oknum bukan polisinya, maka dari itu kita harus bisa membedakan oknum dengan Institusi.
Narasumber dari komunitas jurnalis Sofyan Akbar memaparkan, bila dilihat dari kacamata jurnalis, bahwa masalah kasus FS, konsorsium 303 dan kasus Kanjuruhan hingga para pimpinan Polri yang dikumpulkan Presiden Joko Widodo.
”Menurut versi media, kami mengutip perkataan dari Presiden yaitu ‘Apa Makna Dari Presisi’ ?. Sampai saat ini kami masih membahasnya di kalangan jurnalis, namun berhubung kita saat ini berdiskusi publik mari kita bersama untuk Mengembalikan citra Polri untuk lebih baik lagi, ” ucap Sofyan Akbar.
Terkait denga diskusi publik tersebut, berbagai pendapat dilontarkan para peserta, diantaranya dari GMNI Kota Padang Sidempuan Haikal yang mengatakan, Polri saat ini sudah seharusnya melakukan reformasi birokrasi di tubuh sendiri, sehingga bisa merubah Polri untuk menjadi lebih baik ke depan.(Rahmat Nst)