Gawat! Tak Sebanding Penghargaan yang Didapatkan Pemkab Palas Malah Justru Defisit Anggaran, Ini Rincian Angkanya
Palas | halomedan.co
Sebuah hal yang mengherankan telah terjadi di Pemerintahan khususnya Kabupaten Padang Lawas (Pemkab Palas), saat ini seluruh OPD diminta patungan untuk mengembalikan defisit anggaran.
Para OPD pun dibuat pusing tujuh keliling akan hal ini, pasalnya mereka diminta mengembalikan difisit anggaran senilai Rp 26 Miliar.
Nilai yang begitu Fantastis! Malah para OPD tersebut harus memikirkan cara untuk mengembalikan uang ke negara.
Dimana Berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan ( LHP) BPK.Perwakilan Provinsi Sumatera Utara (Sumut),APBD Padanglawas mengalami defisit sekitar Rp 34 miliar.
Mengapa defisit Rp 26 Miliar? Rupanya ada sekitar Rp 8 miliar lagi yang berada di kas daerah Pemkab Palas, sehingga total 34 miliar tersebut dikurangi 8 miliar dah didapatilah total defisit sebesar 26 Miliar tersebut.
Pelaksana tugas Kepala BPKAD Fajaruddin Hasibuan ketika dijumpai membenarkan saat ini APBD Padanglawas 2023 mengalami defisit.
” Silpa yang ditampilkan dalam APBD 2023 terdapat Rp34 miliar defisit, dan setelah dicek
di kas daerah ada uang Rp 8 miliar yang tersedia, sehingga defisitnya Rp26 miliar,” kata Fajaruddin.
Fajaruddin menjelaskan, untuk menutupi defisit anggaran, Ketua TAPD telah menyurati seluruh pimpinan OPD untuk ikut gotong royong menutupi defisit anggaran.
Baca Juga:
” Sampai saat ini baru sekitar Rp, 10 miliar yang terkumpul, dari OPD,” kata Fajaruddin.
Uang dari OPD diambil dari pemotongan angaran perjalanan dinas, mobiler, Workshp, seminar dan item yang dianggap tidak urgen.
Yang membuat miris adalah baru-baru Harganas ke 30 di Samosir,Pemkab Palas menggondol 7 (Tujuh) peghargaan dan apresiasi lainnya pada Program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stanting dari Kepala BKKBN Provinsi Sumatera Utara.
Acara itu pun dihadiri oleh Plt. Bupati Padang Lawas drg. H. Ahmad Zarnawi Pasaribu, CHt, MM, M.Si, MH dengan tema Hari Keluarga Nasional (Harganas) Ke-30 Tingkat Provinsi Sumatera Utara Tahun 2023.
Kegiatan tersebut berlangsung meriah di Kampung Ulos Desa Lumban Sui-Sui, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir Provinsi Sumatera Utara, Sabtu (29/7).
Adapun ke enam penghargaan tersebut antara lain sebagai berikut:
1. Terbaik I dalam Pelayanan KB serentak sejuta akseptor dalam rangka Harganas ke 30 Tahun 2023 kategori Laporan New Siga.
2. Terbaik I dalam Pelayanan KB serentak sejuta akseptor dalam rangka Harganas ke 30 Tahun 2023 Kabupaten/kota terbaik berdasarkan total pelayanan KB tingkat Provinsi.
3. Terbaik I dalam Pelayanan KB serentak sejuta akseptor dalam rangka Harganas ke 30 Tahun 2023 Kabupaten/kota terbaik berdasarkan pelayanan KB MKJP tingkat Provinsi.
Baca Juga:
4. Juara 3 cakupan pengisian KKA terbanyak tingkat Provinsi Sumatera Utara periode Mei s/d juni 2023.
5. Terbaik III cakupan Laporan Pelayanan KB New Siga.
6. Penghargaan terbaik III, TPPS terbaik Technical Asisstant Satgas Stunting Kabupaten/Kota dengan kriteria kolaborasi terbaik kepada Ahmad Syarifuddin SH.I.
Salah satu masyarakat kabupaten Padang Lawas yang merupakan pemerhati pembangunan sangat miris melihat roda pemerintahan yang saat ini Asal Bapak Senang (ABS) yang pada akhirnya menjerumuskan bahkan pembangunan pun tidak maksimal yang telah direncanakan di tahun anggaran tersebut.
“Kita tau defisit anggaran akan menghambat banyak aspek baik segi pendidikan khusus nya pembangunan, jadi kami sebagai masyarakat berharap jangan terlalu lah ABS nya, baik ketingkat provinsi apalagi pusat”, ucap Zainal Hsb yang merupakan pemerhati pembangunan kabupaten Palas
Lanjutnya, fokus la pada perencanaan pembangunan yang sudah di rencanakan dan di tetapkan, jangan sampai ada lagi cerita petakumpet dengan Dprd yang tak tau menau masalah defisit anggaran, hal ini APH tolong juga serius menyelidiki dalam hal defisit anggaran ini, kok bisa, dan kenapa bisa.. “, ucapnya sambil menirukan gaya salah satu pengamat politik nasional.tan