halomedan.com -
Samosir
Sebagai bentuk sosialisasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, Himpunan Mahasiswa Program Studi Administrasi Bisnis (HMPS AB) Politeknik Mandiri Bina Prestasi (
MBP) Medan sukses menyelenggarakan kegiatan "Bakti Sosial dan Penanaman 500 Bibit Pohon". Aksi nyata kepedulian lingkungan ini dipusatkan di Desa Situngkir, Kecamatan Pangururuan, Kabupaten
Samosir, dan berlangsung selama tiga hari berturut-turut pada tanggal 15 – 17 Mei 2026.
Kegiatan pengabdian masyarakat ini digawangi langsung oleh kepengurusan internal organisasi, di mana Bambang Hermanto Siregar bertindak sebagai Ketua Pelaksana dengan dukungan penuh dari Ketua Umum HMPS-AB, Darni Gulo. Kehadiran delegasi kampus dipimpin langsung oleh Kepala Program Studi Administrasi Bisnis Politeknik
MBP Medan, Evo M.T Damanik, S.E., M.M., didampingi oleh Dosen Program Studi, Jepi Pinem, S.Kom., serta melibatkan kontribusi aktif dari seluruh mahasiswa Administrasi Bisnis lintas semester (Semester 2, 4, dan 6).

Kepala Program Studi Administrasi Bisnis, Evo M.T Damanik, S.E., M.M., menegaskan bahwa agenda luar kampus ini mengusung misi multi-aspek yang berdampak jangka panjang.
Baca Juga:
"Selain mengimplementasikan pilar pengabdian masyarakat, fokus utama kami adalah pelestarian lingkungan di kawasan
Samosir. Melalui gerakan penghijauan yang masif ini, kita juga berupaya menstimulus peningkatan kesejahteraan dan penguatan ekonomi masyarakat Desa Situngkir secara berkelanjutan," ujar Evo dalam sambutannya.Sinergi antara dunia akademis dan sektor korporasi juga tecermin kuat dalam program ini lewat dukungan penuh dari PT Astra International Tbk – Isuzu Cabang Medan.
Prosesi pelaksanaan bakti sosial diawali dengan sesi sosialisasi dan pengenalan HMPS AB kepada warga setempat guna membangun kedekatan sosial.
Puncak acara ditandai dengan penanaman secara simbolis 500 bibit pohon berkelanjutan yang diserahkan langsung kepada pihak otoritas desa.
Baca Juga:
Agenda ini disambut hangat oleh Kepala Desa Situngkir, Punguan M. Sipayung, serta perwakilan tokoh masyarakat setempat yakni Parningotan Sipayung dan Tiur Simarmata.
Adapun jenis bibit yang ditanam terdiri dari varietas pohon pelindung maupun tanaman produktif bernilai ekonomis tinggi, meliputi Pohon Pucuk Merah, Trembesi, Manggis, dan Coklat. Kombinasi ini dipilih secara cermat agar selain mengembalikan keasrian alam dan ketersediaan cadangan air, buah segar yang dihasilkan kelak dapat dipanen untuk menambah pendapatan domestik warga lokal.
Bagi pihak kampus Politeknik Mandiri Bina Prestasi Medan, momentum ini juga membawa dampak positif yang masif (multiplier effect). Selain menjadi laboratorium kepemimpinan dan pengembangan organisasi bagi mahasiswa, bakti sosial ini efektif menjadi media promosi humanis untuk memperkenalkan keunggulan serta eksistensi program studi Administrasi Bisnis Politeknik
MBP Medan langsung di tengah masyarakat regional.
Keberhasilan aksi hijau di Kabupaten
Samosir ini tidak menghentikan langkah pergerakan civitas akademika Politeknik
MBP Medan. HMPS Administrasi Bisnis mengonfirmasi bahwa mereka telah merancang agenda keberlanjutan berikutnya, yaitu menyelenggarakan aksi Bakti Sosial Penanaman Bibit Pohon serupa yang akan difokuskan di kawasan Balige, Kabupaten Toba dalam waktu dekat. (Red)