Jumat, 25 September 2026

Pusat Inovasi Makanan Halal Pertama di Filipina

Administrator
Minggu, 21 Januari 2018 16:58 WIB
Pusat Inovasi Makanan Halal Pertama di Filipina

MANILA — Departemen Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (DOST) meresmikan Pusat Inovasi Makanan Halal pertama di Filipina pada Februari mendatang. Pusat inovasi itu terletak di Wilayah 12. Direktur DOST Wilayah 12 Zenaida Hadji Raof Laidan mengatakan pusat inovasi tersebut menjadi salah satu upaya meningkatkan industri makanan dan farmasi halal di negara itu.

“Pusat ini memanfaatkan teknologi agar kita bisa bersaing di pasar global,” kata Laidan dilansir dari Philippine News Agency, Jumat (19/1).

Laidan mengatakan DOST membantu memperbaiki industri halal melalui sains dan teknologi di Filipina. Bantuan DOTS menyasar pengusaha, termasuk menyediakan peralatan mesin, peralatan pengolahan, dan teknologi meningkatkan produk.

“Kami ingin Filipina menjadi pusat pertokoan one-stop untuk halal,” ujar Laidan.

Laidan mengatakan DOST bertekad memastikan integritas sektoral halal di Filipina. Ia meyakini Filipina memiliki potensi tinggi menguasai pasar halal karena memiliki sumber daya alam yang luas.

Sekretaris DOST Fortunato Dela Pena berharap Filipina bisa mengembangkan merek premium halal melalui sains dan inovasi. Meningkatnya kesadaran akan halal sebagai cara hidup, dan meningkatnya permintaan tidak lagi terbatas pada negara-negara Muslim, kata dia.

Filipina menjadi tuan rumah penyelenggaraan Majelis Halal Dunia 2018 pada 18-19 Januari. Kegiatan itu menjadi ajang pertemuan para pakar, pengusaha, akademisi, pemerintah, dan konsumen membahas pandangan mengenai industri halal.

“Dengan Islam sebagai agama terbesar kedua, Filipina menyadari pentingnya industri halal baik di pasar lokal maupun ekspor,” ujar Dela Pena.

Dia mengatakan Undang-Undang Republik 10817 atau Undang-Undang Pengembangan dan Promosi Ekspor Halal Filipina mendefinisikan peran agen tersebut. Seperti, membantu peningkatan fasilitas pusat penelitian yang terlibat dalam pengembangan halal.

Baca Juga:

Ia menjelasakan DOST diberi mandat memperbaiki dan memperluas jumlah produk dan layanan halal melalui pengetahuan ilmiah. Sehingga, DOST menyediakan pengujian laboratorium, membantu pengembangan sumber daya manusia, dan membantu meningkatkan fasilitas Litbang.

Dela Pena mengatakan DOST memiliki empat laboratorium pengujian halal untuk memenuhi kebutuhan ekspor industri. Masing-masing terletak di Kawasan 4-A, 11, 12 dan ARMM. Ia memastikan semua laboraturium disertifikasi ISO tahun ini. Dengan demikian, DOST tidak ragu untuk membuka lebih banyak laboratorium jika ada permintaan yang jauh lebih tinggi.

DOST memimpikan Filipina menjadi negara terdepan di kawasan ASEAN menyambut pasar halal 2020. Badan itu menargetkan merek Filipina sebagai hub halal di kawasan ASEAN karena halal merupakan komoditas global.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Administrator
SHARE:
Berita Terkait
JNE Wujudkan Mimpi 1.200 Karyawan untuk menunaikan Ibadah Umrah

JNE Wujudkan Mimpi 1.200 Karyawan untuk menunaikan Ibadah Umrah

BP BUMN Salurkan Tali Asih Untuk Keluarga Jurnalis-ABK Arupadatu I

BP BUMN Salurkan Tali Asih Untuk Keluarga Jurnalis-ABK Arupadatu I

Teguh Santosa: JMSI Dukung Penuh HPN 2027

Teguh Santosa: JMSI Dukung Penuh HPN 2027

Muktarrudin Usman Nahkodai KSMI Aceh, Tekad Kembangkan Sepakbola Mini

Muktarrudin Usman Nahkodai KSMI Aceh, Tekad Kembangkan Sepakbola Mini

Polda Sumut Tetapkan 10 Tersangka Pengrusakan dan Penganiayaan di Humbahas

Polda Sumut Tetapkan 10 Tersangka Pengrusakan dan Penganiayaan di Humbahas

Dari Climate Summit PBB, Menteri LH: Presiden Prabowo Subianto Lakukan Langkah Nyata Pengendalian Perubahan Iklim

Dari Climate Summit PBB, Menteri LH: Presiden Prabowo Subianto Lakukan Langkah Nyata Pengendalian Perubahan Iklim

Komentar
Berita Terbaru