Jumat, 14 Agustus 2026

Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional Masuk Kurikulum SD

Administrator
Senin, 10 Agustus 2020 07:59 WIB
Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional Masuk Kurikulum SD

MEDAN, Halomedan.co

Ketua KPOTI (Komite Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional Indonesia) Provinsi Sumut, Agustin Sastrawan Harahap, menyebut membumikan pendidikan karakter bisa dilakukan melalui permainan rakyat dan olahraga tradisional.

“Kabupaten Kota di Sumut ini punya potensi untuk membumikan permainan rakyat dan olahraga tradisional sekaligus menghidupkan kembali pendidikan karakter bangsa,” kata Agustin, pada acara webinar sesion II, yang mengambil tema “Membumikan Permainan Rakyat dan olahraga tradisional Sebagai Penguat Pendidikan Karakter, Sabtu (8/8).

Kemudian webinar dimoderatori Agus Salim Samosir S.Si, M.Or, AIFO (Sekretaris Umum KPOTI SUMUT) dan juga diikuti Wakil Ketua KPOTI Sumut Muhammad Asril.

Sekretaris Jenderal KPOTI Pusat, Wiyanto Soehardjo, memaparkan strategi membumikan permainan rakyat dan olahraga tradisional.

Ada sejumlah grand design yang dipaparkannya. Di antaranya bahwa permainan rakyat dan olahraga tradisional akan masuk dalam kurikulum sskolah khususnya tingkat SD.

“Maka diperlukan akselerasi implementasinya dengan pemerintah. Dan kemarin di awal menjabat Presiden Jokowi juga sudah menyampaikan pesan ini,” kata Wiyanto.

Soal masterplan, Wiyanto menjelaskan bahwa akan ada pusat pengembangan dan pelestarian. Dan itu masuk pada wilayah edukasi dan entertainment (pariwisata).

“Sasarannya anak muda, bidang pendidikan dan kesehatan hingga mendirikan pojok bermain di sekitar lingkungan warga,” kata Wiyanto.

Baca Juga:

Narasumber lainnya, yakni Sekretaris Disdik Sumut Alfian Hutauruk menegaskan bahwa permainan rakyat dan olahraga tradisional merupakan kekayaan bangsa Indonesia.

“Ini sangat relevan dengan karakter budaya bangsa. Jangan sampai malah kita kehilangan karakter bangsa kita sendiri,” tegas Alfian.

Maka ini menjadi tugas generasi tua untuk terus membantu pergerakan dan sosialisasi kepada masyarakat.

“Sosialisasi ke sekolah termasuk guru-gurunya. Anak muda memang harus memahami permainan rakyat nenek moyangnya terdauhulu,” kata Alfian. (red)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Administrator
SHARE:
Berita Terkait
Ijeck Apresiasi Arah Pembangunan Prabowo, Dorong Program Nasional Berkesinambungan

Ijeck Apresiasi Arah Pembangunan Prabowo, Dorong Program Nasional Berkesinambungan

Ketum PNPI: Negara Harus Tegas terhadap Warga yang Terindikasi Jadi Agen Asing

Ketum PNPI: Negara Harus Tegas terhadap Warga yang Terindikasi Jadi Agen Asing

Dari Lapas kelas 1 Medan untuk Indonesia: Pramuka gudep 14.1387 Tegaskan dukungan terhadap Agenda Swasembada Pangan dan Indonesia Emas 2045

Dari Lapas kelas 1 Medan untuk Indonesia: Pramuka gudep 14.1387 Tegaskan dukungan terhadap Agenda Swasembada Pangan dan Indonesia Emas 2045

Jum’at Berkah Konco Ngopi: Dari Masjid Al Ma’sum Tebar Kepedulian, Konco Ngopi Jum’at Berkah Bukan Sekadar Berbagi, Tapi Membangun Kebersamaan

Jum’at Berkah Konco Ngopi: Dari Masjid Al Ma’sum Tebar Kepedulian, Konco Ngopi Jum’at Berkah Bukan Sekadar Berbagi, Tapi Membangun Kebersamaan

Makna Berbagi Berkah di Hari Jum’at

Makna Berbagi Berkah di Hari Jum’at

Dari Gerakan Ekonomi Syariah Menuju Kekuatan Ekonomi Nasional

Dari Gerakan Ekonomi Syariah Menuju Kekuatan Ekonomi Nasional

Komentar
Berita Terbaru