Jumat, 15 Mei 2026

Muhammad Safrizal Almalik Tegaskan: Hanya Waliyullah yang Mampu Kembalikan Marwah dan Kejayaan NU

Administrator
Kamis, 14 Mei 2026 23:57 WIB
Muhammad Safrizal Almalik Tegaskan: Hanya Waliyullah yang Mampu Kembalikan Marwah dan Kejayaan NU
Istimewa


JAKARTA – Nama Muhammad Safrizal Almalik kian menjadi sorotan utama menjelang Muktamar Nahdlatul Ulama (Muktamar NU) mendatang. Sosok yang kini bakal mencalonkan diri sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2026–2031 ini menyampaikan pandangan mendasar dan tegas terkait arah kepemimpinan organisasi tertua di Indonesia tersebut. Menurutnya, satu-satunya kunci agar NU kembali ke masa kejayaan, bermanfaat luas, dan memiliki wibawa lahir batin adalah jika organisasi ini dipimpin oleh sosok Waliyullah.

Dalam pernyataan resmi yang disampaikan, Safrizal menegaskan landasan pemikirannya yang diambil langsung dari pengalaman sejarah perjalanan NU lebih dari satu abad. "Hanya Waliyullah yang bisa mengembalikan marwah NU, jamaah dan jam'iyyahnya, lahir maupun batin. Ulama saja tidak akan mampu jika beliau bukanlah Waliyullah," ujar Safrizal dengan tegas.

Pernyataan ini bukan tanpa dasar. Safrizal yang pernah menjabat sebagai Wakil Sekretaris PCNU Kota Medan periode 2019–2024 serta pengurus PB IKA PMII ini menunjuk rekam jejak emas NU saat berada di bawah pimpinan para ulama besar yang diakui dunia Islam sebagai pewaris Nabi atau Waliyullah.

Sejarah mencatat, di bawah kepemimpinan pendiri sekaligus arsitek besar NU, Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy'ari, organisasi ini menjadi benteng kokoh penjaga ajaran Ahlussunnah wal Jamaah, sekaligus garda terdepan perjuangan kemerdekaan bangsa. Demikian pula saat dipimpin oleh KH. Abdurrahman Wahid (Gusdur), sosok yang dikenal luas sebagai wali zaman, NU bertransformasi menjadi kekuatan besar penyangga demokrasi, persatuan, dan kemanusiaan yang disegani dunia. Begitu juga di era kepemimpinan KH. Hasyim Muzadi, keberkahan dan kestabilan organisasi tetap terjaga, serta manfaatnya terus terasa hingga ke akar rumput.

Menurut Safrizal, apa yang terjadi pada masa-masa emas tersebut bukan kebetulan, melainkan dampak langsung dari kehadiran pemimpin yang memiliki kedudukan istimewa di sisi Allah SWT. "Beda kondisinya jika yang memimpin hanyalah ulama biasa, yang berilmu namun tidak memiliki karomah atau keterhubungan batin sebagaimana para wali. Jangankan membawa organisasi semakin maju dan bermanfaat, yang justru terjadi adalah kemunduran, kerusakan, bahkan merusak tatanan dan nilai luhur yang sudah susah payah dibangun oleh para awliya' NU terdahulu," tegasnya.

Lebih jauh, Safrizal mengingatkan bahaya besar jika NU dikepalai oleh sosok yang hanya mengandalkan kekuasaan, jabatan, atau kecerdasan administratif semata tanpa ruh dan kedekatan dengan Allah. Menurutnya, kerusakan fungsi organisasi, pergeseran nilai, hingga perpecahan internal yang kadang terjadi, adalah bukti nyata lemahnya keberkahan dalam kepemimpinan tersebut.

Pandangan inilah yang kemudian menjadi pemicu utama semangat Safrizal untuk maju bertarung memimpin PBNU. "Kesadaran sejarah dan tanggung jawab untuk menyelamatkan marwah NU itulah yang memanggil saya untuk maju. Saya hadir bukan sekadar mencalonkan diri, tetapi membawa keyakinan bahwa NU butuh pemimpin yang mampu meneruskan jejak para pendiri, menjaga keberkahan, dan memastikan organisasi ini tetap menjadi rahmat bagi semesta alam," tambahnya.

Dengan latar belakang panjang di organisasi mulai dari tingkat pelajar, mahasiswa, hingga wilayah, Muhammad Safrizal Almalik kini menawarkan visi besar: mengembalikan NU ke jati dirinya, memulihkan fungsi jam'iyah dan jamaah, serta membawa manfaat nyata bagi agama, bangsa, dan negara di bawah naungan kepemimpinan yang diridhoi Allah SWT.

Pernyataan mendalam ini pun langsung mendapat perhatian luas dari kalangan kiai, ulama, dan jamaah NU di berbagai daerah. Banyak yang menilai, gagasan Safrizal menyentuh inti masalah yang selama ini luput dari perhatian, sekaligus menjadi penawar yang sangat dibutuhkan Nahdlatul Ulama saat ini.rel

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Administrator
Sumber
:
SHARE:
Tags
nu
Berita Terkait
Ahmad Bahar Soroti Rendahnya Apresiasi Literasi Usai Bukunya Ditolak Beredar

Ahmad Bahar Soroti Rendahnya Apresiasi Literasi Usai Bukunya Ditolak Beredar

Nurul Arifin: Perlindungan Prajurit TNI di Misi Perdamaian Lebanon Harus Jadi Prioritas

Nurul Arifin: Perlindungan Prajurit TNI di Misi Perdamaian Lebanon Harus Jadi Prioritas

SINUWUN AMANGKURAT IV

SINUWUN AMANGKURAT IV

Mencari Calon Ketua Umum PBNU yang Bersih dan Berakhlak

Mencari Calon Ketua Umum PBNU yang Bersih dan Berakhlak

S Alias Nino dan Na Oknum Agent Penyalur TKI Ilegal Dilaporkan ke Polda Sumut

S Alias Nino dan Na Oknum Agent Penyalur TKI Ilegal Dilaporkan ke Polda Sumut

Gubernur Aceh Jajaki Investasi UEA, Bahas Penerbangan Langsung hingga Tol

Gubernur Aceh Jajaki Investasi UEA, Bahas Penerbangan Langsung hingga Tol

Komentar
Berita Terbaru