Medan -Anggota Komisi E DPRD Sumatera Utara, Hendra Cipta, meminta pihak penyelenggara Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) meninjau kembali kebijakan harga tiket masuk yang dinilai masih terlalu tinggi bagi masyarakat.
Diketahui, harga tiket masuk PRSU tahun ini dipatok sebesar Rp50.000 pada hari biasa dan Rp75.000 pada akhir pekan. Menurut Hendra, kebijakan tersebut berpotensi mengurangi minat masyarakat untuk berkunjung, sehingga tujuan utama penyelenggaraan PRSU sebagai ajang promosi pembangunan dan potensi daerah dikhawatirkan tidak tercapai secara maksimal.
Hendra mengatakan, sejak awal PRSU hadir sebagai pesta rakyat yang menjadi wadah untuk memperkenalkan berbagai potensi Sumatera Utara, mulai dari pembangunan, sektor industri, UMKM, kebudayaan hingga pariwisata. Karena itu, akses masyarakat untuk datang seharusnya dibuat semudah mungkin, termasuk melalui harga tiket yang terjangkau.
"Sebenarnya kita berharap target PRSU ini adalah menjadi pesta rakyat, meningkatkan antusiasme masyarakat untuk melihat potensi pembangunan di seluruh kabupaten dan kota, pembangunan industri, sektor swasta, serta berbagai potensi yang ada di Sumatera Utara. Karena itu, jangan sampai masyarakat justru terbebani dengan harga tiket yang tidak terjangkau. Ini harus menjadi bahan pertimbangan bagi penyelenggara PRSU," kata Hendra saat memberikan keterangan, Selasa (7/6/2026).
Ia menegaskan, PRSU bukan sekadar tempat hiburan, melainkan etalase pembangunan Sumatera Utara yang menampilkan kekayaan budaya, potensi ekonomi, hingga capaian pembangunan daerah. Oleh sebab itu, semakin banyak masyarakat yang hadir, maka semakin besar pula manfaat yang diperoleh dari penyelenggaraan ajang tahunan tersebut.
Menurutnya, harga tiket yang terlalu tinggi justru dapat menghambat target jumlah pengunjung yang telah ditetapkan penyelenggara.
"Kalau terlalu mahal, saya khawatir target pengunjung yang ingin dicapai tidak akan terpenuhi. PRSU ini kan ingin menarik ratusan ribu masyarakat untuk datang. Kalau masyarakat merasa keberatan, tentu itu akan memengaruhi jumlah pengunjung. Kalau masih memungkinkan, sebaiknya tarif tiket ini dipertimbangkan kembali," ujarnya.
Hendra juga menyoroti kondisi ekonomi masyarakat yang masih membutuhkan perhatian. Ia menilai besaran tiket sebesar Rp35.000 hingga Rp75.000 akan terasa berat, terutama bagi keluarga yang datang bersama anak-anak.
Menurutnya, mayoritas pengunjung PRSU tidak datang seorang diri, melainkan bersama anggota keluarga. Akibatnya, biaya yang harus dikeluarkan hanya untuk tiket masuk sudah cukup besar sebelum menikmati berbagai wahana maupun membeli produk yang dijual di dalam area PRSU.
"Kalau Rp50 ribu sampai Rp75 ribu, menurut saya masih terlalu tinggi. Rata-rata masyarakat datang ke PRSU membawa keluarga. Ada yang datang berlima, bahkan bisa sampai sepuluh orang. Itu tentu menjadi beban tersendiri bagi masyarakat. Jarang ada yang datang sendirian, biasanya bersama istri, anak-anak, atau keluarga besar. Karena itu, kami berharap harga tiket bisa lebih terjangkau," katanya.
Sebagai anggota DPRD Sumut, Hendra memastikan pihaknya akan mendorong agar penyelenggara melakukan evaluasi terhadap kebijakan tarif tiket tersebut. Menurutnya, DPRD berharap pengelola PRSU bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dapat mempertimbangkan kembali besaran harga tiket demi meningkatkan partisipasi masyarakat.
"Yang pasti kami meminta agar harga tiket masuk disesuaikan dengan kemampuan masyarakat. Harapan kita, semakin banyak masyarakat yang hadir ke PRSU sehingga seluruh potensi yang ditampilkan di arena PRSU dapat dinikmati secara maksimal. Karena itu, kami meminta agar tarif masuk bisa ditinjau ulang menjadi lebih terjangkau bagi masyarakat," tegasnya.
Hendra berharap masukan tersebut dapat menjadi perhatian bagi pihak pengelola. Ia menilai keberhasilan PRSU tidak hanya diukur dari besarnya pendapatan tiket, tetapi juga dari tingginya partisipasi masyarakat dalam menyaksikan potensi pembangunan, budaya, ekonomi kreatif, serta produk unggulan dari seluruh kabupaten dan kota di Sumatera Utara.