Senin, 15 Juni 2026

Yamitema T Laoly dan 8 Kepala Dinas Diperiksa KPK

Administrator
Senin, 18 November 2019 07:05 WIB
Yamitema T Laoly dan 8 Kepala Dinas Diperiksa KPK

Jakarta, KPK kemabali melakukan pemeriksaan sejumlah saksi terkait kasus suap Walikota Medan non aktif Drs H Dzulmi Eldin. Kali ini  KPK  memeriksa putra Menkum HAM Yasonna Laoly, Yamitema T Laoly di Jakarta. Yamitema diperiksa dalam kapasitas sebagai Direktur PT Kani Jaya Sentosa.

Selain itu, KPK juga memanggil beberapa orang saksi lain yakni Asisten Administrasi Umum Sekda Medan Renward Parapat; Direktur RSUD dr Pringadi Medan, Suryadi Panjaitan; Kepala Badan Lingkungan Hidup Kota Medan, Bob Harmansyah; Direktur PD Pasar Kota Medan, Rusdi Simoraya; mantan Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan, Hasan Basri dan Agus Suriyono. Semua saksi yang berjumlah 14 orang itu diperiksa untuk tersangka Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Medan Isa Anshari.

Pemeriksaan terhadap delapan kepala dinas dan sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintahan Kota (Pemkot) Medan terkait kasus dugaan suap Wali Kota Medan nonaktif Dzulmi Eldin. Pemeriksaan akan dilakukan di Kantor Perwakilan BPKP Provinsi Sumatera Utara. “Pemeriksaan dilakukan di Kantor Perwakilan BPKP Provinsi Sumatera Utara,” kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Senin (18/11/2019).

Berikut identitas kedelapan kadis di lingkungan Pemkot Medan yang rencananya akan diperiksa KPK:

-Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Medan, Muhammad Husni
-Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Medan, Zulkarnain
-Kadis Ketahanan Pangan Kota Medan, Emilia Lubis
-Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Medan, Ikhsar Risyad Marbun
-Kadis Perumahan Kawasan Permukiman Dan Penataan Ruang Kota Medan, Benny Iskandar
-Kadis Badan Pengelola Pajak Dan Retribusi Daerah Kota Medan, Suherman
-Kadis Perhubungan Kota Medan, Izwar
-Kadis Kesehatan Kota Medan, dr Edwin Effendi

Dalam kasus ini, Dzulmi Eldin ditetapkan sebagai tersangka suap oleh KPK. Penetapan tersangka dilakukan setelah Eldin kena OTT KPK pada Selasa (15/10).

Selain Eldin, KPK menetapkan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Medan Isa Anshari dan Kasubbag Protokoler Syamsul Fitri Siregar sebagai tersangka. Eldin diduga menerima suap total Rp 330 juta.

Duit itu diduga untuk menutupi kelebihan biaya perjalanan dinas ke Jepang yang ditagih kepadanya. Kelebihan dana Rp 800 juta itu diduga akibat istri dan anak serta pihak lain yang tak berkepentingan turut ikut ke Jepang. red

 

Baca Juga:
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Administrator
SHARE:
Berita Terkait
Piala Danseskoad Jadi Wadah Talenta Muda Sepak Bola

Piala Danseskoad Jadi Wadah Talenta Muda Sepak Bola

Pajak Hiburan AFF U-19 Disorot, Tokoh Masyarakat Desak Bank Sumut Bersuara

Pajak Hiburan AFF U-19 Disorot, Tokoh Masyarakat Desak Bank Sumut Bersuara

Perkumpulan Raja Parhata SeDunia Resmi Dibentuk, Dorong Pelestarian Adat dan Regenerasi Budaya untuk Nusantara

Perkumpulan Raja Parhata SeDunia Resmi Dibentuk, Dorong Pelestarian Adat dan Regenerasi Budaya untuk Nusantara

Merasa Ditipu Janji Manis Asuransi, Mantan Pangdam Ngamuk Saldo Rp520 Juta Terjun Bebas Jadi Rp263 Juta

Merasa Ditipu Janji Manis Asuransi, Mantan Pangdam Ngamuk Saldo Rp520 Juta Terjun Bebas Jadi Rp263 Juta

Wawali Zakiyuddin Harahap Dengarkan Pandangan Fraksi DPRD Medan soal LPJ APBD 2025

Wawali Zakiyuddin Harahap Dengarkan Pandangan Fraksi DPRD Medan soal LPJ APBD 2025

Lily MBA Soroti Kebocoran PAD dan Pengelolaan Aset dalam Pemandangan Umum Fraksi PDIP DPRD Medan

Lily MBA Soroti Kebocoran PAD dan Pengelolaan Aset dalam Pemandangan Umum Fraksi PDIP DPRD Medan

Komentar
Berita Terbaru